Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Benarkah Modifikasi Cuaca Jadi Penyebab Dubai Banjir? Ini Kata Ahli

Para ahli membantah modifikasi cuaca seperti cloud seeding jadi penyebab banjir bandang di Dubai pada Selasa (16/4/2024).
Ilustrasi cuaca mendung sebelum hujan/Istimewa
Ilustrasi cuaca mendung sebelum hujan/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hujan lebat menyebabkan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dilanda banjir bandang parah pada Selasa (16/4/2024).

Banjir bandang menyebabkan jalanan utama, sekolah, bandara, hingga pusat perbelanjaan lumpuh. Dubai diguyur hujan ringan dengan curah hujan sekitar 20 milimeter, yang kemudian melonjak mencapai 250 milimeter.

Kondisi tersebut dinyatakan yang paling parah sejak 75 tahun, yang kemudian dihubungkan dengan peristiwa modifikasi cuaca.

Hal ini diungkapkan oleh ahli meteorologi Ahmed Habib, di mana menurutnya hujan deras yang menyebabkan banjir di Dubai disebabkan karena cloud seeding.

Menurut laporan Bloomberg, Habib menyebut ada 6 pilot yang diterbangkan untuk menyemai awan dan menurunkan hujan.

Cloud seeding atau penyemaian awan dilakukan pada Minggu dan Senin. Meskipun diklaim tidak dilakukan pada Selasa, ketika banjir terjadi.

Meskipun begitu, para ahli mengatakan bahwa modifikasi cuaca nampaknya hanya akan berdampak kecil pada badai.

“Bahkan jika penyemaian awan memang mendorong awan di sekitar Dubai mengeluarkan air, atmosfer kemungkinan besar akan membawa lebih banyak air dan membentuk awan, karena perubahan iklim”, kata Dr Friederike Otto, dosen senior ilmu iklim di Imperial College London, dikutip dari BBC.

Pusat Meteorologi Nasional (NCM), satuan tugas pemerintah yang bertanggung jawab atas misi penyemaian awan di Uni Emirat Arab (UEA), pun membantah laporan bahwa mereka melakukan teknik modifikasi cuaca menjelang badai besar di seluruh negeri.

Organisasi tersebut mengatakan kepada CNBC bahwa mereka tidak mengirimkan pilot untuk operasi penyemaian sebelum atau selama badai yang melanda UEA pada hari Selasa (16/4).

Omar AlYazeedi, wakil direktur jenderal NCM, mengatakan badan tersebut “tidak melakukan operasi penyemaian apa pun selama acara ini.”

“Salah satu prinsip dasar penyemaian awan adalah anda harus menargetkan awan pada tahap awal sebelum hujan turun, jika Anda menghadapi situasi badai petir yang parah maka sudah terlambat untuk melakukan operasi penyemaian apa pun,” katanya.

Sementara itu mengutip Guardian, para ahli juga telah membantah teori penyemaian awan menjadi penyebab banjir bandang di Dubai.

Maarten Ambaum, seorang profesor fisika dan dinamika atmosfer di Universitas Reading, mengatakan bahwa penyemaian awan, tentu saja di Emirates, digunakan untuk awan yang biasanya tidak menghasilkan hujan.

"Biasanya tidak akan terjadi badai yang sangat parah," ucapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper