Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Fitch Ratings Pangkas Prospek China Jadi Negatif, Ini Penyebabnya

Fitch Ratings merevisi prospek utang luar negeri jangka panjang China menjadi negatif.
Ilustrasi bendera nasional China/Bloomberg
Ilustrasi bendera nasional China/Bloomberg

Bisnis.comJAKARTA - Fitch Ratings telah merevisi prospek utang luar negeri jangka panjang China menjadi negatif dari stabil. Salah satu alasan revisi ini adalah meningkatnya risiko terhadap prospek keuangan publik di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Menurut pernyataan resmi Fitch Ratings pada Rabu (10/4/2024), meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan usaha China untuk mengubah model pertumbuhannya dari model yang didorong oleh pasar properti telah menyebabkan penurunan penyangga fiskal dari perspektif pemeringkatan.

“Kebijakan fiskal kemungkinan besar akan memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan di tahun-tahun mendatang yang dapat menjaga tren kenaikan utang yang stabil,” jelasnya, seperti dikutip dari BloombergRabu (10/4/2024).

Fitch juga memperkirakan bahwa risiko kewajiban kontinjensi mungkin meningkat, karena pertumbuhan nominal yang lebih rendah akan memperburuk tantangan dalam mengelola leverage perekonomian yang tinggi.

Meskipun demikian, peringkat aktual emiten-emiten gagal bayar China tetap dipertahankan pada level A+ dengan mempertimbangkan ekonominya yang besar dan terdiversifikasi, prospek pertumbuhan ekonomi yang masih solid dibandingkan negara-negara lain, kekuatan dalam perdagangan barang global, kekuatan eksternal yang kuat dan status mata uang cadangan yuan.

Di lain sisi, Fitch memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 4,5% pada 2024 dari 5,2% pada tahun lalu. Proyeksi ini berbeda dengan Citi dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi ke atas proyeksi China.

Kemudian, produksi pabrik dan penjualan ritel China pada Januari-Februari 2024 telah melampaui perkiraan. Data ekspor dan inflasi konsumen juga lebih baik dari ekspektasi, sehingga memberikan dorongan awal bagi China untuk mencapai target produk domestik bruto (PDB) sebesar 5% pada 2024, yang dinilai ambisius oleh para analis.

“Revisi prospek tersebut mencerminkan peningkatan risiko terhadap prospek keuangan publik China karena negara tersebut menghadapi ketidakpastian prospek ekonomi di tengah transisi dari pertumbuhan yang bergantung pada properti ke apa yang pemerintah pandang sebagai model pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” jelas Fitch, seperti dikutip dari ReutersRabu (10/4/2024).

Setelah pengumuman tersebut, pihak Kementerian Keuangan China menyesali keputusan dari lembaga pemeringkat tersebut.

Adapun pada Desember 2023, Moody’s juga memberikan peringatan penurunan peringkat kredit China, dengan mengutip biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk menalangi pemerintah lokal dan perusahaan-perusahaan negara dan mengendalikan krisis propertinya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper