Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Eks Ketum PPP Suharso Monoarfa Sambangi Rumah Orang Tua Sandiaga Uno

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyambangi rumah orang tua Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno selepas salat Id 1445 H pada Rabu (10/4/2024).
Momen silaturahmi eks ketum PPP sekaligus Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno selepas salat Id pada Rabu (10/4/2024)./Instagram-@sandiuno
Momen silaturahmi eks ketum PPP sekaligus Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno selepas salat Id pada Rabu (10/4/2024)./Instagram-@sandiuno

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyambangi rumah orang tua Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno selepas salat Idulfitri 1445 H pada Rabu (10/4/2024).

Momen tersebut terungkap dari unggahan Sandi melalui akun Instagram resminya @sandiuno. Dalam foto-foto yang dibagikan Sandi, tampak Suharso mengenakan baju koko putih dengan peci hitam tengah menyalami ayah Sandi.

Kemudian dalam foto berikutnya, tampak Suharso berpose bersama dengan keluarga eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Sandi juga turut membagikan foto dirinya saat tengah berbincang bersama Suharso di masjid.

“Terima kasih untuk Om @suharsomonoarfa yang sudah mampir selepas sholat,” tulis Sandi, Rabu (10/4/2024).

Untuk diketahui, Sandi resmi bergabung sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Juni 2023. Sementara, Suharso merupakan mantan Ketua Umum PPP.

Setelah bergabung dengan Partai Ka’bah, Sandi dipercaya memimpin Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu). Usai Pemilu usai, Sandi sempat mengaku belum mengetahui kelanjutan nasibnya di PPP.

Dia menyebut masih menunggu arahan dari pimpinan PPP. “Belum tahu, masih menunggu arahan dari pimpinan. DPP nanti akan menyampaikan,” kata Sandi saat ditemui di Kantor Kemenparekraf, Senin (25/3/2024).

Sebagai informasi, untuk pertama kalinya dalam 51 tahun PPP gagal mengirim wakilnya ke DPR RI. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara nasional yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), PPP hanya meraih dukungan dari 5.878.777 pemilih dari 84 daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di 38 provinsi.

Dengan jumlah total 151.796.630 suara sah dalam Pemilu Legislatif atau Pileg 2024, PPP hanya mampu mengantongi 3,86% dukungan. Itu artinya, perolehan suara partai berlogo ka'bah itu tidak mampu melampaui angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yang ditetapkan sebesar 4% oleh Undang-Undang No. 7/2014 tentang Pemilihan Umum.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper