Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menpora Sebut Pramuka Akan Jadi Bagian Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo angkat bicara terkait dengan rencana tak mewajibkan ekstrakulikuler Pramuka di bagi siswa di sekolah.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Ario Bimo Nandito Ariotedjo/Bisnis-Akbar
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Ario Bimo Nandito Ariotedjo/Bisnis-Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo angkat bicara terkait dengan rencana tak mewajibkan ekstrakulikuler Pramuka di bagi siswa di sekolah.

Menurutnya, terdapat misinformasi yang beredar di masyarakat. Hal ini dikarenakan eskul pramuka wajib disediakan di sekolah, tetapi siswa akan diberikan keleluasaan untuk menjalani kegiatan tersebut secara sukarela.

Namun, dia mengatakan bahwa strategi yang dipilih pemerintah akan memasukan Pramuka sebagai kulikuler Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka untuk meningkatkan minat siswa untuk mengikuti ekskul tersebut.

“Pramuka ini akan di masukkan ke dalam kurikuler dan akan dimasukkan ke merdeka belajar dan kampus Merdeka. Jadi, orang yang ikut Pramuka, siswa, mahasiswa yang ikut bisa mendapatkan poin informal pendidikan,” ucapnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (5/4/2024).

Secara terpisah, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menilai bahwa keputusan Mendikbudristek Nadiem A. Makarim untuk mencabut Pramuka sebagai ekskul wajib di sekolah sudah tepat.

Kendati menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, Wapres menilai aturan yang tertuang pada Peraturan Menteri No.12/2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah yang dikeluarkan pada 25 Maret 2024 tidak perlu dipermasalahkan.

Penyebabnya, dia mengatakan bahwa peraturan menteri ini tidak mencabut Pramuka dari bagian pembelajaran pada peserta didik, melainkan memberikan opsi pilihan untuk menjalankannya.

“Sebenarnya Permendikbud itu tidak meniadakan itu [Pramuka], tapi menggeser. Yang tadi posisinya wajib, menjadi pilihan sesuai ekstrakurikuler. Menurut saya itu bagus. Sebab nanti tidak seperti kemarin, misalnya suka tidak suka kemudian dia dipaksa semua. Dengan pilihan itu, yang masuk Pramuka dia  benar-benar punya niat keinginan. Itu akan lebih baik lagi,” tuturnya kepada wartawan di Menara Syariah Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Selasa (2/4/2024).

Lebih lanjut Wapres Ke-13 RI itu menyampaikan, Pramuka tetap menjadi bagian dari pembelajaran siswa karena memiliki nilai penting. Sebab di dalam Pramuka, terdapat pelajaran mengenai patriotisme dan integritas individu sebagai warga negara yang harus dipupuk sejak dini.

“Kita semua pendapatnya sama bahwa Pramuka itu penting. Itu untuk memberikan pendidikan kepada siswa-siswa kita. Saya kira banyak manfaat dalam rangka memberikan integritas sebagai warga negara, persiapan mentallah. Kita semua mengatakan bahwa Pramuka penting,” pungkas Ma’ruf.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper