Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerugian Banjir Pesisir Selatan Sumbar Capai Rp1 Triliun

Kerusakan sarana prasarana, fasilitas air minum, hingga harta benda masyarakat akibat banjir di Pesisir Selatan, Sumatra Barat mencapai Rp1 triliun.
Warga merapikan barang-barang di dalam rumahnya yang terendam banjir. - ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Warga merapikan barang-barang di dalam rumahnya yang terendam banjir. - ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat mengungkapkan bahwa kerugian akibat banjir bandang dan tanah longsor diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Banjir bandang di Pesisir Selatan terjadi pada Kamis (7/3/2024), disusul oleh tanah longsor di sejumlah titik. Bencana itu menimbulkan kerusakan dan kerugian masyarakat.

Kepala Ex officio Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Mawardi Roska menjelaskan bahwa berdasarkan analisis data bencana, jumlah kerugian aset daerah maupun harta benda milik masyarakat diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

"Mulai dari sarana prasarana negara/daerah seperti jalan, jembatan, sekolah, puskesmas, fasilitas air minum, juga harta benda masyarakat, rumah, ternak, lahan pertanian, tambak, kerugian mencapai angka Rp1 triliun," ujar Mawardi pada Minggu (24/3/2024), dilansir dari Antara.

Mawardi yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan, dan akan menyampaikannya secara bertahap kepada pemerintah.

Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar juga menyebutkan adanya perpanjangan masa tanggap darurat di sana, karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa para korban masih membutuhkan penanganan.

"Ada 4 orang lagi yang masih hilang, rumah-rumah penduduk yang belum bisa didiami karena material atau sedimen banjir masih belum tertangani dan proses pendataan yang terus dilakukan," ujar Rusma.

Kerugian terbesar di antaranya adalah 537 rumah rusak berat, 2.749 rusak sedang, dan 7.048 rusak ringan. Sementara ribuan ternak mati, terdiri dari 666 ekor sapi, 8 ekor kerbau, 357 ekor kambing, 36.527 ekor ayam, dan 19.210 ekor itik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper