Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ribuan Imigran Gelap Serbu AS di Hari Natal

Perayaan Hari Natal tidak menghentikan upaya imigran dari berbagai negara untuk berbondong-bondong merapat ke AS.
Seseorang memegang bendera Amerika Serikat (AS) pada upacara Peringatan Hari Veteran Nasional di Memorial Amphitheater di Arlington National Cemetery di Arlington, Virginia, AS, pada Sabtu (11/11/2023). - Bloomberg/Bonnie Cash
Seseorang memegang bendera Amerika Serikat (AS) pada upacara Peringatan Hari Veteran Nasional di Memorial Amphitheater di Arlington National Cemetery di Arlington, Virginia, AS, pada Sabtu (11/11/2023). - Bloomberg/Bonnie Cash

Bisnis.com, JAKARTA – Ribuan imigran tiba di Alvaro Obregon, Meksiko bagian selatan untuk menghabiskan perayaan hari Natal 2023 di jalan. Mereka kemudian bergerak ke kawasan perbatasan dengan Amerika Serikat (AS), Minggu (24/12/2023) waktu setempat.

Kelompok imigran yang sebagian besar berasal dari Amerika Tengah dan Karibia itu berencana melanjutkan perjalanan ke utara untuk melintasi Meksiko dan mencapai perbatasan dengan AS. 

Mereka dikabarkan telah berjalan sejauh 15 kilometer dari kota perbatasan selatan Tapachula untuk sampai ke Alvaro Obregon, dan berencana untuk berangkat lagi sekitar jam 4 pagi keesokan harinya.

Aktivis hak-hak migran Luis Garcia Villagran mendesak agar imigran tidak menjadi alat tawar-menawar politik dalam pemilihan presiden (Pilpres) mendatang di Amerika Serikat, negara tujuan para imigran.

“Kami tidak akan dihentikan, kami akan terus berjalan,” katanya, dikutip dari Reuters Senin (25/12/2023).

Pemerintah setempat memperkirakan jumlah rombongan imigran rata-rata sekitar 8.000 orang per harinya. Sumber Reuters yang bepergian bersama kelompok tersebut mengatakan sebagian besar imigran berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, serta Karibia.

Imigran asal Haiti, Ysguel Jean mengatakan bawha dia meninggalkan negara asalnya karena kejahatan yang merajalela, maraknya korupsi, dan karena dia ingin menafkahi kedua putrinya.

“Tiga bulan di Tapachula mencoba mendapatkan surat-surat, dan saya masih belum mendapatkan apa-apa. Saya lelah menunggu di Tapachula, kelaparan, dan tidak mampu mencari nafkah,” katanya.

Pada 2018 dan 2019, rombongan besar imigran yang sebagian besar terdiri dari orang Amerika Tengah juga melintasi Meksiko untuk mencapai Amerika Serikat. Hal ini diikuti oleh kelompok-kelompok kecil dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, jumlah imigran yang berusaha melintasi perbatasan AS-Meksiko secara ilegal mencapai rekor tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper