Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anies Petakan 4 Tantangan Global, Penegakan Hukum dan Lingkungan Hidup jadi Sorotan

Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan terdapat empat wilayah tantangan global yang dihadapi dunia, termasuk Indonesia.
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (2/12/2023). (ANTARA/Khaerul Izan)
Capres nomor urut 1 Anies Baswedan saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (2/12/2023). (ANTARA/Khaerul Izan)

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan terdapat empat wilayah tantangan global yang dihadapi dunia, termasuk Indonesia. 

Anies memaparkan empat tantangan yang meliputi geopolitik, ekonomi, lingkungan hidup, dan demokrasi itu di acara Conference of Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2023, Sabtu (2/12/2023). 

"Kami memandang kalau formulasi pertanyaan benar sudah menyelesaikan sebagian masalah. Ada empat wilayah tantangan," jelasnya. 

Pertama, Anies menyebut tantangan geopolitik. Anies mengatakan saat ini ada pergeseran geopolitik dan semakin banyaknya negara adidaya atau multiple great powers. 

Kedua, ekonomi. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyoroti arus modal yang semakin besar mengalir dari negara berkembang ke negara maju, akibat perubahan kebijakan suku bunga dari bank sentral.

Tidak hanya soal suku bunga, Anies juga menilai ketergantungan Indonesia yang besar terhadap rantai pasok global untuk sejumlah komoditas. 

"Kita memiliki ketergantungan gandum 30% ke Ukraina, dan pupuk 15% ke Rusia, ketika mereka terlibat konflik, dampaknya terasa," tuturnya. 

Ketiga, Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyoroti soal lingkungan hidup.

Dia mengatakanadanya ketidakadilan iklim antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Dia menyebut 12% penduduk dunia berada di negara maju memproduksi 50% emisi karbon dunia. 

"Tapi dampak greenhouse emission dirasakan mereka yang tidak mampu. Ini climate crisis bukan climat change," ucapnya. 

Keempat, demokrasi. Anies menyinggung bahwa adanya penurunan kualitas demokrasi di dunia. Dia menilai banyak negara yang bergerak ke arah mendekati otoriter. 

"Tapi mau dibilang otoriter juga belum nampak, lalu juga bergerak ke less good governance, mau dibilang korupsi juga belum. Tapi jelas kita tidak dalam democratic consolidation of good governance," terangnya. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga turut menyoroti indeks persepsi korupsi (IPK) yang menurun.

Adapun Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) mengatakan bahwa sudah ada dua capres yang mengonfirmasi datang di acara dialog kebijakan luar negeri itu yakni capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo. 

Adapun Anies dan Ganjar dijadwalkan untuk bicara di Hotel Sahid, Jakarta, dalam waktu berbeda. Anies dijadwalkan memberikan pidato pada pagi hari, dan Ganjar pada sore hari. 

Founder FPCI Dino Patti Djalal mengatakan bahwa lembaganya itu netral dan nonpolitis. Dia menyatakan lembaganya mendukung seluruh calon kandidat. 

"Saya ingin tekankan FPCI adalah netral, nonpolitis, kita mendukung semua calon dalam pemilu," ujarnya, Sabtu (2/12/2023). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dany Saputra
Editor : Muhammad Ridwan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper