Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Situasi Geopolitik Meruncing, Dirjen Asean: Konflik Myanmar Tidak Asean

Dirjen Asean mengatakan konflik Myanmar tidak akan menyandera Asean. Permasalahan tersebut sudah sejak awal disadari tidak bisa diselesaikan dengan cepat.
Presiden Joko Widodo (keenam kiri) berfoto bersama sejumlah kepala negara (dari kiri), Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Head of Delegation of The Kingdom of Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Premier of the People’s Republic of China Li Qiang, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim
Presiden Joko Widodo (keenam kiri) berfoto bersama sejumlah kepala negara (dari kiri), Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Head of Delegation of The Kingdom of Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Premier of the People’s Republic of China Li Qiang, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Asean Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Sidharto Suryodipuro mengatakan bahwa isu konflik Myanmar tidak akan menyandera Asean, dan permasalahan tersebut sudah sejak awal disadari tidak bisa diselesaikan dengan cepat.

Dia mengatakan bahwa upaya diplomasi sangat intensif sudah dilakukan untuk Myanmar, dan memang tidak tampak di permukaan, tetapi upaya ini dijalankan terus-menerus dengan semua pihak.

“Yang penting dicatat di sini kita secara sadar mengatakan bahwa isu myanmar tidak akan menjadikan Asean sebagai sandera. Sejak awal tahun disadari bahwa isu myanmar tidak bisa diselesaikan secara cepat. Upaya diplomasi sangat intensif sudah dilakukan untuk Myanmar memang tidak selalu tampak di permukaan tapi upaya ini dijalankan secara terus-menerus dengan semua pihak,” katanya, dalam konferensi pers di Kemlu RI, Selasa (21/11/2023).

Dia menjelaskan bukti Myanmar tidak menyandera Asean adalah saat penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Indonesia, masih tetap bisa berjalan dengan baik meskipun persoalan dan konflik di Myanmar belum bisa diselesaikan.

“Walaupun ada persoalan Myanmar di Asean, tapi KTT kemarin bulan September di Jakarta, rangkaian KTT ke-43 menghasilkan 90 outcome document di berbagai aspek,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tantangan utama Asean adalah merespons situasi geopolitik yang semakin meruncing. Namun dia menyatakan bahwa Asean memiliki strategic otonomi.

“Upaya Asean kembali lagi adalah sebagaimana Asean konsisten sejak berdirinya tahun 1967, adalah kita memiliki strategic otonomi dan kita akan melakukan pendekatan secara aktif produktif kepada semua negara, kita tidak akan membatasi pada satu atau negara lain tersendiri,” tambahnya.

Namun, dia menjelaskan bahwa tantangan Asean juga adalah cara untuk bisa menjaga unity and centrality, dengan 10 negara ditambah Timor Leste adalah suatu kawasan yang sangat diverse, dari berbagai segi, sekarang tantangannya harus bisa mempertahankan unity dan centrality.

“Karena bagaimanapun juga konsensus itu kan makan waktu, proses musyawarah mufakat itu kan makan waktu, gimana caranya supaya bisa membuat ini lebih efisien,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa Asean juga akan menkonkretkan kerja sama di berbagai bidang yang sudah diidentifikasi di bidang kesehatan, pangan, energi, stabilitas keuangan, kemudian agenda pembangunan ke depan seperti digital investment dan sebagainya.

Seperti diketahui, Myanmar mengalami konflik internal di negaranya dengan junta yang bersikeras untuk mengambil alih pemerintahan. Beberapa negara di Asean termasuk Indonesia sudah berupaya melakukan engagement dengan berbagai stakeholders di Myanmar, meski belum juga membuahkan hasil yang signifikan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper