Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korut Hentikan Operasional Reaktor Nuklir, Bakal Ekstraksi Bahan Bakar Bom?

Korut)telah menghentikan sementara operasional reaktor nuklir di kompleks atom utamanya.
Benda metal yang diyakini sebagai bagian dari peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu (7/2)/Reuters
Benda metal yang diyakini sebagai bagian dari peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu (7/2)/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara (Korut) telah menghentikan sementara operasional reaktor nuklir di kompleks atom utamanya.

Laporan berita Korea Selatan yang mengutip sumber pemerintah mengatakan hal tersebut kemungkinan untuk mengekstraksi plutonium yang dapat digunakan untuk senjata bom dengan memproses ulang bahan bakar bekas.

Pengoperasian reaktor nuklir berkekuatan 5 megawatt di kompleks nuklir Yongbyon telah dihentikan sejak akhir September, menurut penilaian intelijen oleh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

“Korea Selatan dan AS percaya ini bisa menjadi tanda pemrosesan ulang yang sedang dilakukan untuk mendapatkan plutonium untuk senjata,” tulis surat kabar Donga Ilbo mengutip sumber pemerintah, dilansir dari CNA pada Kamis (5/10/2023).

Pemrosesan ulang batang bahan bakar bekas yang dikeluarkan dari reaktor nuklir merupakan langkah yang diambil sebelum plutonium diekstraksi. Kompleks nuklir Yongbyon adalah sumber utama plutonium Korea Utara yang kemungkinan besar digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Korea Utara juga mengoperasikan fasilitas pengayaan uranium, yaitu sumber bahan terpisah yang dapat digunakan untuk senjata nuklir.

“Kemungkinan uji coba nuklir oleh Korea Utara tidak dikesampingkan,” tulis Donga Ilbo mengutip seorang pejabat senior pemerintah, tanpa menjelaskan lebih lanjut analisis apa yang menunjukkan bahwa tindakan tersebut mungkin terkait dengan uji coba nuklir.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Korea Utara sebelumnya telah menghentikan pengoperasian reaktor tersebut sebelum memulainya kembali, dan umumnya mereka tak melakukan konfirmasi publik mengenai tujuan tindakan tersebut, apakah untuk pemeliharaan atau ekstraksi bahan bakar.

Negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu mengklaim diri sebagai negara nuklir, tetapi merahasiakan berapa banyak senjata nuklir dimiliki. Perkiraan mengenai jumlah plutonium Korea Utara mencapai 70 kg, yang cukup untuk membuat 20 senjata atau lebih.

Korea Utara telah melakukan enam uji coba nuklir bawah tanah dan terdapat kekhawatiran sejak tahun lalu bahwa negara tersebut mungkin akan melakukan uji coba lagi sebagai bagian dari program pengembangan hulu ledak nuklir mini.

Sebelumnya, Parlemen Korea Utara pada pekan lalu mengadopsi amandemen konstitusi terhadap kebijakan penggunaan kekuatan nuklir, dan Kim Jong-un telah menyerukan peningkatan produksi dan diversifikasi kemampuan nuklir Korut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper