Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenkes Siap Lobi China untuk Kirim Mobil Pendeteksi Polusi Udara

Kemenkes siap melobi China agar mengirimkan mobil pendeteksi polusi udara.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan siap melobi China agar mengirimkan mobil pendeteksi polusi udara (reference monitor) untuk membantu penanganan kasus serupa di Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin yang memuji keberhasilan China dalam menangani masalah polusi udara beberapa tahun lalu.

"Kita mengusulkan, lagi melobi China agar mobilnya dipinjamkan ke kita lah, mungkin setahun," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR-RI pada Rabu (30/8/2023).

Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan pemantauan sumber polusi di sekitar Jakarta, yang bisa disebabkan oleh PLTU, aktivitas pembakaran, atau hal lainnya.

Dengan demikian, intervensi kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat diarahkan agar lebih tepat sasaran.

"Kita siapkan supaya tidak saling menyalahkan [antar-stakeholder]," ujar Budi.

Adapun mobil tersebut merupakan pelengkap dari perangkat AQMS (Air Quality Monitoring System) yang diusulkan Kemenkes untuk dipasang di wilayah DKI Jakarta.

Alat tersebut dirancang untuk mendeteksi berat molekul, bentuk molekul, dan kimia molekul senyawa polutan PM 2.5 dalam udara.

Sebelumnya, Budi secara terbuka mengungkap akan meniru metode China dalam penanganan polusi udara.

Dia merujuk pada saat negeri tirai bambu tersebut melakukan persiapan Olimpiade Beijing 2008, yang berhasil menurunkan tingkat polusi udara hingga 40 persen  dalam waktu sekitar 7 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper