Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menkes Sebut Kasus ISPA di Jakarta Naik Jadi 200.000 Gara-Gara Polusi Udara

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasien ISPA di DKI Jakarta meningkat signifikan akibat polusi udara.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Rapat tersebut membahas upaya penanganan COVID-19 setelah pencabutan status PPKM, khususnya pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di DKI Jakarta meningkat signifikan akibat polusi udara.

Dia menjelaskan, pasien jumlah kasus  ISPA sebelum pandemi Covid-19 tercatat sebanyak 50.000, saat ini meningkat hingga menjadi 200.000 kasus.

“Yang kena [ISPA] sekarang sudah naik 200.000-an kasus. Itu ada akibat dari polusi udara,” katanya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Budi mengatakan, polusi udara menyebabkan penyakit pernapasan di antaranya, mulai dari yang paling berat kanker paru, TBC, paru obstruksi kronis, asma, dan pneumonia. 

Dia juga menyampaikan bahwa total klaim BPJS atas kelima penyakit pernapasan tersebut mencapai Rp10 triliun. Jumlah klaim tersebut diperkirakan meningkat seiring dengan naiknya kasus ISPA.

“Pasti tahun ini kalau lebih banyak yang kena itu akan naik,” tuturnya.

Di sisi lain, Budi mengatakan Kementerian Kesehatan bergerak di sisi hilir, sehingga tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi penyebab ISPA tersebut.

“Jadi posisi saya adalah meng-encourage agar sektor-sektor di hulu, yaitu ada sektor energi, transportasi, lingkungan hidup, supaya bisa memperketat emisi partikel-partikel ini sehingga kita yang di hilir tekanannya berkurang," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper