Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dalih Polisi Penembak Remaja di Prancis, Berniat Tembak Kaki tapi Tembus Dada

Polisi berdalih mengincar kaki Nahel namun malah mengenai dada kiri saat sang korban melakukan pelanggaran lalu lintas.
Anggota unit polisi khusus Recherche Assistance Intervention Dissuasion (RAID) Prancis berdiri di atas mobil lapis baja dan menggunakan teropong untuk memeriksa protes setelah kematian Nahel, seorang remaja berusia 17 tahun yang dibunuh oleh seorang petugas polisi Prancis di Nanterre selama lalu lintas berhenti, di Lille, Prancis, 30 Juni 2023. REUTERS/Pascal Rossignol
Anggota unit polisi khusus Recherche Assistance Intervention Dissuasion (RAID) Prancis berdiri di atas mobil lapis baja dan menggunakan teropong untuk memeriksa protes setelah kematian Nahel, seorang remaja berusia 17 tahun yang dibunuh oleh seorang petugas polisi Prancis di Nanterre selama lalu lintas berhenti, di Lille, Prancis, 30 Juni 2023. REUTERS/Pascal Rossignol

Bisnis.com, SOLO - Kerusuhan di Prancis selama lima hari ini dipicu karena penembakan seorang remaja 17 tahun bernama Nahel Merzouk.

Nahel ditembak ditempat setelah melanggar lalu lintas dengan mengendarai mobil di jalur busway.

Melansir dari Channel News Asia, polisi melepaskan tembakan terhadap Nahel karena mengaku khawatir akan pelanggaran lainnya.

Pasalnya saat itu, Nahel tak menghentikan mobilnya saat melaju di jalur busway. Polisi mengklaim telah meminta pengendara mobil itu untuk menepi dan memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan.

Sayanganya Nahel terus melajukan mobilnya hingga petugas menembak dari jarak dekat melalui jendela pengemudi dan mengenai lengan kiri dan dada Nahel.

Pengacara petugas Laurent-Franck Lienard mengatakan bahwa kliennya membidik ke arah kaki pengemudi namun terbentur, sehingga dia menembak ke arah dadanya.

"Dia harus dihentikan, tetapi jelas (petugas) tidak ingin membunuh pengemudi," kata Lienard. 

Selain itu, pihak terdakwa juga mengklaim Nahel sudah beberapa kali melanggar aturan lalu lintas.

Namun klaim polisi ini berbanding terbalik dengan yang dibicarakan para saksi.

Wawancara BBC International menunjukkan adanya dukungan dari berbagai pihak untuk Nahel, setelah kerusuhan pecah.

Demonstran mengatakan bahwa Nahel tak seharusnya meninggal dunia karena hanya melanggar lalu lintas.

Bahkan pengacaranya di program televisi Prancis C à Vous mengatakan bahwa Nahel tidak memiliki catatan kriminal apapun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper