Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengapa Penetapan Iduladha 1444 H Pemerintah dan Muhammadiyah Potensi Berbeda? Begini Penjelasannya

Hari Raya Iduladha 1444 H diprediksi berpotensi berbeda. Perbedaan tanggal Iduladha 2023 terjadi karena perbedaan metode penetapan Awal Zulhijah.
Arsip - Observatorium Asy-Syira Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta menjadi salah satu lokasi Rukyatul Hilal awal Zulhijjah 1442 H yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah./Istimewa
Arsip - Observatorium Asy-Syira Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta menjadi salah satu lokasi Rukyatul Hilal awal Zulhijjah 1442 H yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Hari Raya Iduladha 1444 H diprediksi berpotensi berbeda. Perbedaan tanggal Iduladha 2023 terjadi karena perbedaan metode penetapan Awal Zulhijah 1444 H yang dianut oleh pemerintah dan organisasi Islam Muhammadiyah

Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004, pemerintah memutuskan untuk menggabungkan dua metode penentuan awal bulan Kamariyah, yaitu hisab (perhitungan) dan rukyat (pemantauan) dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. 

Metode ini mengharuskan pemerintah untuk terlebih dahulu melakukan perhitungan astronomi terkait posisi hilal pada hari ke-29 bulan berjalan. Selanjutnya, pemerintah perlu melakukan pemantauan hilal pada saat matahari terbenam pada hari yang sama. 

Jika posisi hilal telah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Singapura, dan Malaysia (MABIMS) yakni hilal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat, maka dapat disimpulkan bahwa pergantian bulan Kamariyah telah terjadi. 

Sedangkan Muhammadiyah, memilih untuk hanya menggunakan metode hisab wujudul hilal dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, maupun Zulhijah. 

Melalui metode tersebut, pergantian bulan terjadi apabila pada hari ke-29 bulan berjalan telah terpenuhi tiga syarat, yaitu ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan masih berada di atas ufuk pada saat matahari tenggelam. 

Adapun, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa awal bulan Zulhijah 1444 H jatuh pada Senin (19/6/2023). 

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, keputusan ini dicapai usai Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah melakukan hisab hakiki wujudul hilal pada 23 Desember 2022. 

Berdasarkan pemantauan tersebut, diketahui bahwa tinggi bulan saat matahari terbenam di Yogyakarta pada Minggu (18/6/2023) telah berada di atas ufuk, yang menandakan bahwa hilal sudah terlihat pada hari itu.

Selain itu, lanjut Mu’ti, pihaknya juga telah mencatat fenomena ijtimak atau kondisi ketika bumi, bulan, dan matahari berada pada posisi garis bujur yang sama pada Minggu (18/6/2023) pukul 11.39 WIB. 

Hasil pemantauan di atas menandakan bahwa warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Hari Raya Iduladha 2023 pada Rabu (28/6/2023).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper