Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rangkuman Relawan Projo Usul Prabowo Penerus Jokowi Duet dengan Ganjar Pranowo

Relawan Projo menentukan nama-nama capres dan cawapres setelah melakukan musra untuk pemilu 2024.
Bakal Calon Presiden (Bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo disambut meriah oleh ribuan kader PDIP di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/5/2023)./Istimewa
Bakal Calon Presiden (Bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo disambut meriah oleh ribuan kader PDIP di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (20/5/2023)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Relawan Pro Jokowi (Projo) telah menentukan nama-nama capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) untuk pemilu 2024.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi telah memberikan hasil musyawarah rakyat (musra) yang diselenggarakan beberapa relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di beberapa daerah.

Pertama, relawan Projo mengusulkan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk menjadi penerus Jokowi (Joko Widodo) sebagai presiden. 

"Pak Prabowo itu kan di rekaman Musra kita sudah menonjol, gitu loh. Masyarakat masih menginginkan Pak Prabowo jadi penerus Pak Jokowi," ujar Budi dalam keterangan tertulis, pada Kamis (10/11/2022).

Kedua, Budi Arie mengungkap Presiden Jokowi mengusulkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dipasangkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Budi merasa akan lebih baik jika kedua tokoh tersebut menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres). Dia tak terlalu peduli siapa yang jadi capres dan siapa yang jadi cawapres yang penting Ganjar dan Prabowo berpasangan.

"Idealnya Pak Prabowo dan Pak Ganjar jadi satu. Idealnya nih. Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar. Idealnya," kata Budi di Kantor DPP Projo, Jakarta Selatan, Kamis (25/5/2023). 

Dia mengklaim, Jokowi juga merasakan hal yang sama. Dia sempat berbincang dengan Jokowi terkait wacana memasangkan Prabowo-Ganjar atau Ganjar-Prabowo. 

"Terakhir juga bicara dengan Presiden, 'Gimana Pak?' 'Masih usaha untuk itu' (jawab Jokowi)," lanjutnya. 

Meski begitu, Budi mengatakan perkembangan politik saat ini semakin memperkecil peluang duet antara Prabowo dan Ganjar. Oleh sebab itu, pihaknya juga tak akan memaksakan duet tersebut.

Ketiga, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendapatkan dukungan paling banyak di urutan pertama sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada 2024.

Itu berdasarkan hasil Musra Indonesia pertama yang digelar di Kota Bandung, Minggu (28/8/2022) resmi diumumkan. 

Budi mengatakan telah ditentukan 10 pasangan capres-cawapres ini diambil berdasarkan hasil musyawarah rakyat (Musra) yang dilakukan oleh Projo bersama 17 organisasi pendukung Presiden Jokowi sepanjang Agustus 2022 hingga Mei 2023.

10 Pasangan Capres

Adapun 10 pasangan capres-cawapres rekomendasi DPP Projo antara lain, Prabowo Subianto - Ganjar Pranowo; Prabowo - Airlangga Hartarto; Ganjar - Prabowo; Ganjar - Airlangga; Airlangga - Sandiaga Uno; Airlangga - Mahfud MD; Prabowo - Mahfud; Prabowo - Sandi; Ganjar - Sandi; Ganjar - Mahfud. 

Berdasarkan data yang diterima sebelumnya, dari hasil Musra Indonesia pertama menghasilkan sejumlah nama yang berpotensi untuk diusung di Pilpres 2024. 

Sebanyak 5.721 peserta Musra Indonesia yang dilibatkan untuk memilih capres dan cawapres untuk pemilu 2024.

Hasilnya, untuk calon presiden (capres) di urutan pertama ada Jokowi Widodo (Jokowi) yang mendapatkan suara 1.704 atau 29,79 persen. Kemudian, disusul Sandiaga Uno sebanyak 968 pemilih atau 16,92 persen. 

Ganjar Pranowo yang mendapatkan suara 921 atau 16,10 persen. Disusul Prabowo Subianto dengan suara 635 atau 11,10 persen. Di urutan kelima ada Anies Baswedan dengan raihan suara 516 atau 9,02 persen. Sementara itu, Ridwan Kamil berada di urutan keenam dengan suara 296 atau 5,17 persen.

Sedangkan, untuk cawapres hasil Musra Indonesia yang berada di urutan pertama adalah Ridwan Kamil, yakni mendapatkan 2.225 suara atau 38,89 persen. Kemudian disusul Airlangga Hartarto dengan raihan suara 758 atau 13,25 persen. Ketiga ada Erick Thohir dengan raihan suara 733 atau 12,81 persen. 

Selain itu, nama lainnya adalah Arsjad Rasjid, Puan Maharani, Anies Baswedan hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper