Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ini Pesan Jokowi kepada Ketum PSSI Erick Thohir

Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan pesan kepada Ketum PSSI Erick Thohir setelah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Se-Indonesia Tahun 2023, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023)./Antara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Se-Indonesia Tahun 2023, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023)./Antara

Bisnis.com, SOLO - Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan pesan kepada Ketum PSSI Erick Thohir setelah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Pesan yang disampaikan orang no.1 di Indonesia tersebut berkaitan dengan sanksi yang kemungkinan diberikan oleh FIFA.

Dilansir dari situs Sekretariat Negara, Jokowi berharap agar Erick Thohir mengupayakan agar RI tidak mendapatkan sanksi berat dari federasi sepak bola dunia tersebut.

Jokowi khawatir, Indonesia akan mendapat sanksi yang akan memengaruhi event-event olahraga lainnya karena kasus ini.

“Saya telah meminta Ketua Umum PSSI, Bapak Erick Thohir untuk terus berupaya semaksimal mungkin agar sepak bola Indonesia tidak terkena sanksi. Termasuk kesempatan untuk menjadi tuan rumah event-event internasional lainnya,” kata Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi sendiri mengaku sedih dan kecewa dengan keputusan yang telah dibuat FIFA tersebut.

Akan tetapi, Jokowi mengimbau agar masyarakat Indonesia menghormati keputusan yang telah dibuat oleh federasi.

“Tadi malam saya telah mendapat laporan dari Ketua Umum PSSI bahwa FIFA telah memutuskan membatalkan Piala Dunia U20 di Indonesia. Tentunya kita harus menghormati dan menerima keputusan tersebut."

Lebih lanjut, Kepala Negara memahami bahwa keputusan tersebut telah memberikan kekecewaan pada masyarakat Indonesia, termasuk dirinya.

Namun, Presiden meminta agar masyarakat tidak menghabiskan energi untuk saling menyalahkan.

“Sebagai bangsa yang besar kita harus melihat ke depan, jangan melihat ke belakang. Jadikan hal ini sebagai pembelajaran berharga bagi kita semuanya, bagi persepakbolaan nasional Indonesia,” ia menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper