Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Blinken Kunjungi Turki, AS Tambah Bantuan US$100 Juta untuk Korban Gempa Turki-Suriah

AS akan memberikan tambahan bantuan untuk Turki dan Suriah sebesar US$100 juta dolar untuk mengatasi dampak gempa di kedua negara.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membantu personel militer AS membawa bantuan di Pangkalan Udara Incirlik dekat Adana, Turki 19 Februari 2023. REUTERS/Clodagh Kilcoyne/Pool
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membantu personel militer AS membawa bantuan di Pangkalan Udara Incirlik dekat Adana, Turki 19 Februari 2023. REUTERS/Clodagh Kilcoyne/Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan memberikan tambahan bantuan untuk Turki dan Suriah sebesar US$100 juta dolar untuk mengatasi dampak gempa di kedua negara.

Melansir Reuters, Senin (20/2/2023), Departemen Luar Negeri AS pada Mingggu (19/2/2023) menyebut, bantuan itu menambah bantuan sebelumnya sebesar US$85 juta yang sudah disetujui.

Presiden Joe Biden bermaksud untuk mengotorisasi dana sebesa US$50 juta untuk bantuan pengungsi dan migrasi, serta US$50 juta untuk bantuan kemanusiaan demi membantu mereka yang terkena dampak gempa dahsyat yang melanda kedua negara pada 6 Februari 2023.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Minggu  (19/2/2023), mengumumkan bantuan lebih lanjut ke Turki dan mengatakan Washington akan memberikan bantuan jangka panjang ke Ankara yang berupaya membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat gempa.

Gempa bumi berkekuatan 7,8 melanda tenggara Turki dan Suriah yang berdekatan pada 6 Februari, menewaskan lebih dari 45.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Blinken tiba di Pangkalan Angkatan Udara Incirlik pada untuk kunjungan resmi dan diskusi tentang bagaimana AS dapat membantu lebih lanjut.

Dari Incirlik, dia naik helikopter bersama Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu untuk mengamati dari dekat dampak gempa di Provinsi Hatay Selatan, salah satu yang paling parah terkena dampaknya.

"Sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Anda melihat bangunan masih berdiri dan kemudian bangunan runtuh, atap hancur dan tepat di sebelahnya, sesuatu yang masih berdiri," kata Blinken kepada wartawan di pangkalan itu, yang digunakan Washington sebagai markas bantuan untuk korban gempa.

Hampir dua minggu setelah gempa bumi, operasi pencarian dan penyelamatan akan segera berakhir, tetapi Blinken mengatakan Amerika Serikat akan terus membantu apa yang dikatakannya sebagai "upaya jangka panjang".

"Ketika Anda melihat tingkat kerusakan, jumlah bangunan, jumlah apartemen, jumlah rumah yang hancur, akan membutuhkan upaya besar-besaran untuk membangun kembali tetapi kami berkomitmen untuk mendukung Turki dalam upaya itu,” katanya.

"Hal terpenting saat ini adalah memberikan bantuan kepada orang-orang. Sederhananya, Amerika Serikat ada di sini."

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper