Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Zelensky Pecat Sedikitnya 10 Pejabat, 4 di Antaranya Wakil Menteri

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat setidaknya 10 pejabat menyusul protes atas ekses tindakan pegawai negeri di tengah negara berperang melawan Rusia.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  05:14 WIB
Zelensky Pecat Sedikitnya 10 Pejabat, 4 di Antaranya Wakil Menteri
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar forum diskusi publik bertajuk "Dari Hati-ke-Hati: Presiden Ukraina, Volodymyr ZelenskyyMenyapa Indonesia", Jumat (27/5/2022). JIBI - Bisnis/Afifah Rahmah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memecat setidaknya 10 pejabat dalam perombakan pemerintahan menyusul protes atas ekses oleh tindakan pegawai negeri di tengah upaya negara untuk melawan invasi Rusia.

Melansir Bloomberg, pemecatan itu berlangsung setelah Zelensky berpidato dan menyebut istilah Ukraina berarti "keadilan" atau "keadilan" sebanyak 10 kali dalam empat menit.

Pemerintahan Zelensky mengumumkan pemecatan empat wakil menteri dan lima gubernur daerah. Beberapa pejabat lainnya mengumumkan akan mundur sendiri.

Pemecatan tersebut menyusul kemarahan publik di media sosial atas laporan bahwa beberapa pejabat telah melakukan perjalanan ke luar negeri ke berbagai tujuan termasuk Spanyol untuk liburan Tahun Baru.

Dalam satu kasus, juru bicara dinas perbatasan Ukraina dikritik karena pergi ke Paris sementara rekan-rekannya melawan pasukan Rusia di Ukraina timur.

“Keputusan Zelensky membuktikan prioritas utama negara,” kata Penasihat Presiden Mykhailo Podolyak di Twitter.

“Selama perang, setiap orang harus memahami tanggung jawab mereka. Presiden melihat dan mendengar masyarakat.”

Zelensky mendapat dukungan kuat dari Ukraina, dengan jajak pendapat menunjukkan dukungan di atas 80 persen.

Tetapi pemerintahannya tidak dapat menghindari kritik atas masalah yang telah melanda pemerintah negara itu sejak jatuhnya Uni Soviet—bahwa beberapa pejabat tinggi menyalahgunakan posisi mereka untuk keuntungan pribadi tanpa mendapat hukuman.

Memerangi korupsi adalah syarat utama bagi Ukraina untuk terus memanfaatkan bantuan ekonomi dari sekutunya.

Meskipun ada perubahan besar sejak Presiden Viktor Yanukovich yang didukung Rusia digulingkan pada tahun 2014, Ukraina menempati peringkat ke-122 dari 180 negara pada Indeks Persepsi Korupsi 2021 Transparency International, di belakang Mesir dan El Salvador.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Volodymyr Zelensky Ukraina
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top