Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jokowi dan Maruf Amin Soroti Pernikahan Dini: Harus Siap Lahir Batin!

Pernilkahan dini berpotensi mengakibatkan persoalan stunting sehingga Jokowi dan Maruf Amin mewanti-wanti hal itu.
Jokowi dan Ma’ruf Amin Soroti Pernikahan Dini: Harus Siap Lahir Batin! /istimewa
Jokowi dan Ma’ruf Amin Soroti Pernikahan Dini: Harus Siap Lahir Batin! /istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar masyarakat ikut andil dalam menyoroti tingginya angka pernikahan dini di sejumlah daerah di Indonesia.

Menurutnya, pernikahan harus benar-benar disiapkan secara lahir dan batin. Jokowi menekankan bahwa pernikahan dini memiliki potensi lebih tinggi menimbulkan persoalan, salah satunya stunting.

“Yang namanya pernikahan harus dilihat bahwa yang mau nikah benar-benar siap lahir dan batin. Jangan sampai mau nikah, ada anemia kurang darah nanti waktu hamil kalau ini nggak diselesaikan anaknya menjadi stunting,” katanya saat membuka Rakernas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Penurunan Stunting, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa jika anak terdiagnosa mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan, maka akan cukup sulit untuk menyembuhkannya.

“Penyelesaian setelah lahir akan lebih sulit. Akan lebih mudah diselesaikan kalau anak di dalam kandungan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah terus berupaya mencegah terjadinya pernikahan usia dini karena banyaknya potensi bahaya yang dapat terjadi, mulai dari stunting, kematian ibu, dan terciptanya keluarga miskin baru.

Undang-undang dan imbauan pun telah dilakukan sebagai upaya pencegahan, namun efeknya belum optimal. Sebagaimana data Badan Peradilan Agama yang menyebutkan, permohonan dispensasi pernikahan anak pada 2022 kurang lebih 50.000.

Oleh sebab itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menegaskan bahwa selain dari aspek yuridis (hukum), diperlukan edukasi dari aspek agama kepada masyarakat, sehingga pernikahan usia dini ini dapat dicegah.

“Memang ada pikiran di masyarakat itu bahwa agama tidak melarang [pernikahan usia dini], nah ini. Oleh karena itu, kita harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat walaupun tidak dilarang oleh agama, tetapi agama melarang sesuatu yang membahayakan. Menyuruh kita melakukan hal yang maslahat (kebaikan),” tuturnya usai membuka acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut Wapres RI Ke-13 ini menyampaikan, melakukan kebaikan yang diajarkan di dalam agama salah satunya adalah dengan menghindari tindakan yang akan menyebabkan kemudaratan di masa depan. Dengan menghindari bahaya yang akan terjadi akibat menikahkan anak di usia muda, maka seorang individu telah melaksanakan kebaikan yang diajarkan di dalam agama.

“Pernikahan di bawah umur itu tidak maslahat, tidak baik. Maka itu kita harus mengedukasi masyarakat supaya masyarakat itu mengambil yang terbaik. Yang terbaik tidak menikahkan [secara dini], ini menurut pendekatan keagamaan. Karena memang akibatnya itu tidak baik, ada stunting, ada kemiskinan, dan bahkan juga kematian anak, kematian ibu, itu banyak,” paparnya.

Di sisi lain, orang nomor dua di Indonesia ini juga memaparkan tentang upaya-upaya pemerintah dari aspek hukum untuk mencegah terjadinya fenomena ini.

“Sebenarnya pemerintah sudah berusaha, negara berusaha supaya tidak terjadi perkawinan anak di bawah umur karena itu ada undang-undangnya ya, ada undang-undangnya,” katanya.

Dengan demikian, melalui dua pendekatan hukum maupun agama, Wapres berharap praktik pernikahan usia dini di masyarakat dapat dieliminasi sedikit demi sedikit sehingga nantinya tidak akan terjadi lagi praktik serupa di masa depan.

“Jadi undang-undangnya sudah ada, maka juga edukasi terutama pendekatan keagamaannya diperkuat. Sehingga masyarakat tahu betul, paham, bahwa larangan itu adalah untuk membawa kebaikannya karena akibat-akibatnya seperti tadi itu. Memang yang harus kita lakukan tidak hanya cukup dengan undang-undang ternyata, harus juga melakukan edukasi kepada masyarakat,” pungkas Ma’ruf.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper