Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tahun Baru Imlek Tidak Turun Hujan, Jadi Pertanda Kurang Beruntung?

Imlek yang tidak turun hujan apakah menjadi pertanda buruk? Ini dia penjelasannya.
Sejumlah pengguna kendaraan menembus hujan deras di kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bisnis/Rachman
Sejumlah pengguna kendaraan menembus hujan deras di kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Orang China percaya bahwa hujan adalah simbol keberuntungan.

Menurut para ahli Feng Shui, hujan berarti Dewi Kwan Im sedang menyirami bunga Mei Hwa yang dapat diartikan sebagai berkah dari langit. Mereka percaya bahwa bunga Mei Hwa adalah bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Tahun Baru Imlek.

Alasan lain mengapa hujan identik dengan simbol keberuntungan adalah tidak lepas dari sejarah etnis Tionghoa yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan bermata pencaharian dengan berkebun.

Wakil Presiden Cairns dan Asosiasi China Distrik Nathan Lee Long mengatakan air mengalir atau hujan adalah simbol keberuntungan di China dan Anda paling sering melihatnya di tempat-tempat di mana takhayul cukup lazim, air mengalir, air mancur, air terjun, jadi hujan menjelang Tahun Baru Imlek juga merupakan tanda semoga berhasil," katanya.

"Semakin banyak hujan semakin baik, seperti halnya dengan apa pun, sama seperti memberi adalah hal yang baik di China dan ketika Anda memberi Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan balasannya, jadi semakin banyak Anda memberi semakin banyak Anda mendapatkan kembali, karena semakin banyak hujan, semakin banyak keberuntungan.

"Ini adalah pertanda baik dari keberuntungan, untuk memulai tahun dengan sedikit hujan," tambahnya dikutip dari ABC.

Sementara itu bagaimana jika cuaca tidak hujan dan cenderung panas?

Berdasarkan prakiraan cuaca oleh BMKG, cuaca di Indonesia pada pagi hari semua wilayah cenderung berawan, dan hujan deras hanya terjadi di beberapa wilayah saja.

Di Jakarta juga cuaca panas sejak pagi hingga sore hari ini.

Lantas bagaimana jika cuaca panas saat imlek?

Namun, itu tampaknya hanya mitos semata. Pasalnya, tahun baru imlek yang identik dengan hujan ini berkaitan dengan mata pencaharian orang China yang sejak jaman dahulu bertani.

Di China, Tahun Baru Imlek adalah salah satu hari libur terpenting setiap. Budaya agraris China telah berkembang selama berabad-abad, dan awal tahun baru adalah waktu bagi para petani untuk beristirahat dari pekerjaan mereka dan merayakannya.

Tahun Baru menandai akhir musim dingin dan awal musim semi, waktu yang dianggap petani Cina sebagai awal siklus kalender baru. Mereka membersihkan ladang dan rumah mereka dan bersiap untuk menanam benih baru. Teman dan keluarga melakukan perjalanan untuk bersama dan merayakan awal tahun baru kemakmuran dan pertumbuhan, baik secara metaforis maupun fisik saat tanaman baru ditanam. Demikian dilansir dari Gillsinion.

Perayaan Tahun Baru Imlek dimulai pada bulan baru yang terjadi antara akhir Januari hingga akhir Februari dan berlangsung selama 15 hari.

Pada perayaan hari ketujuh, para petani secara tradisional memajang hasil bumi mereka. Secara historis, bulan baru adalah penanda kapan petani harus mulai bercocok tanam.

Dimana saat itu merupakan momen yang penting bagi petani untuk menanam padi. Jika mereka menanam terlalu dini, maka padi bisa menjadi korban embun beku yang terlambat. Tanam terlalu cepat dan tanaman bisa kehilangan hujan musim semi yang penting.

Oleh karena itu, saat tahun baru imlek yang turun hujan dianggap menjadi waktu yang tepat untuk menanam padi agar panen berhasil. Waktu itu adalah pada Januaro-Februari yang memang secara sains merupakan waktu musim hujan turun.

Hal inilah yang dianggap membawa keberuntungan dan keberkahan bagi warga Tionghoa.

Secara sains, juga terdapat hubungan antara hujan dan imlek. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tahun Baru Imlek kerap jatuh pada akhir Januari dan awal Februari di mana masa-masa ini memang bertepatan dengan puncak musim hujan dan curah hujan sedang tinggi-tingginya.

“Karena periode Imlek terjadi antara bulan Januari dan Februari, sehingga identik dan bersamaan dengan bulan-bulan puncak musim hujan,” ujar Kasubid Informasi BMKG Harry Tirto di situs resmi PDAM Tirta Bening Kota Tangerang dikutip Bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper