Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapolri: Usut Tuntas Kasus Pembunuhan Berantai Wowon Cs di Bekasi-Cianjur

Kapolri memerintahkan jajarannya untuk segera mengusut tuntas kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Wowon cs di Bekasi dan Cianjur.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya akan mengawal Pemilu tahun 2024. Fokus untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihaknya akan mengawal Pemilu tahun 2024. Fokus untuk menghindari polarisasi di tengah masyarakat. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit memerintahkan jajarannya untuk segera meninjak tegas dan menyelesaikan kasus pembunuhan berantai Wowon Cs di Bekasi dan Cianjur.

“Usut tuntas kasus tersebut karena sudah menjadi interest masyarakat luas,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan pesan Listyo Sigit, Jumat (20/1/2023).

Dedi menegaskan bahwa pengusutan kasus pembunuhan berantai Wowon Cs akan dilakukan dengan metode secara ilmiah dan sesuai aturan perundang-undangan.

“Tetap proses penyidikan sesuai prosedur dan taati kaidah-kaidah proses pembuktian secara ilmiah,” ucapnya.

Sekadar informasi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengungkap motif di balik kasus tiga tersangka meracuni sekeluarga di Bekasi. Pelaku menganggap para korban berbahaya, karena mengetahui penipuan mereka.

"Para pelaku mengaku melakukan perjalanan perjuangan pembunuhan. Ternyata korban dibunuh karena para tersangka melakukan tindak pidana lain," kata Fadil saat jumpa pers di Polda Metro, Kamis (19/1).

Ketiga tersangka yakni, Wowon Erawan alias AKI, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehuddin memutuskan menghabisi nyawa kelima korban demi menutupi penipuan berkedok supranatural meraih kekayaan dari para tersangka.

Lalu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan bahwa sebagian dari korban pembunuhan Wowon Erawan alias Aki Cs masih memiliki hubungan keluarga. Mereka terdiri dari istri hingga anak.

"Sebagian besar korban sebagian besar berasal dari family tree dari para tersangka, istrinya, mertuanya, anaknya," kata Hengki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper