Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WHO Desak China Ungkap Data Kematian 60.000 Orang Akibat Covid-19

WHO menegaskan pentingnya kerja sama dan transparansi China terkait Covid-19.
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. /Bloomberg
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. /Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak pemerintah China untuk memberikan informasi rinci terkait kabar yang menduga hampir 60.000 orang meninggal akibat Covid-19.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Minggu (15/1/2023), Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom dalam pembicaraan dengan Direktur Komisi Kesehatan Nasional China Ma Xiaowei, menegaskan pentingnya kerja sama dan transparansi China dalam penanganan Covid-19.

Sebelumnya, China sempat melaporkan bahwa varian baru virus Omicron BA.5.2 dan BF.7 telah beredar di negara tersebut. Terkait hal ini, WHO meminta perincian data Covid-19 dari China, termasuk tentang urutannya lebih lanjut.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan bahwa sebanyak 59.938 orang meninggal akibat Covid-19 di rumah sakit di seluruh wilayah China sepanjang 8 Desember 2022 sampai dengan 12 Januari 2022.

Dari jumlah tersebut, 5.503 meninggal karena gagal napas dan 54.435 meninggal karena penyakit lain tetapi terinfeksi Covid-19.

Usia rata-rata pasien yang meninggal terbilang tua, yaitu 80,3 tahun dan lebih dari 90 persen dari mereka memiliki penyakit lain atau komorbid, termasuk penyakit kardiovaskular, tumor lanjut, dan penyakit metabolik.

"Jumlah kematian orang lanjut usia relatif tinggi karena meningkatnya insiden penyakit pernafasan dan kejengkelan penyakit kardiovaskular di musim dingin di kalangan orang tua," kata Jiao Yahui, seorang pejabat di komisi tersebut.

Otoritas menyatakan bahwa semakin sulit untuk mengukur dampak Covid-19 di China karena pihak berwenang sering menghentikan rilis data dan baru-baru ini mengadopsi definisi yang lebih sempit tentang kematian akibat Covid-19.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper