Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PM Malaysia Anwar Ibrahim Tugaskan Ahmad Zahid Urus Banjir

Ahmad Zahid Hamidi diberi tanggung jawab untuk mengurus masalah banjir yang diperkirakan akan melanda Malaysia.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  18:07 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim Tugaskan Ahmad Zahid Urus Banjir
Perdana Mentei Malaysia Anwar Ibrahim (tengah) dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi (kiri), serta Wakil PM Malaysia Fadillah Yusof (kanan) saat memberi keterangan kepada media, Senin (5/12/2022). - Bernama
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi diberi tanggung jawab untuk mengurus masalah banjir yang diperkirakan akan melanda Malaysia.

Adapun Wakil Perdana Menteri Malaysia yang lain, Fadillah Yusof akan fokus pada Sabah dan Sarawak terutama perjanjian MA63.

PM Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, bahwa Ahmad Zahid dan Fadillah memiliki peran dalam ekonomi di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak.

"Semua kekuatan yang tersedia didistribusikan kepada mitra yang diamanatkan, kami harus siap untuk ramalan cuaca. Bencana banjir, jadi kami meminta TPM (Ahmad Zahid) untuk memimpin komite bencana dan memiliki tindakan segera untuk memantau dan mempersiapkan," katanya dikutip dari Bernama, Senin (5/12/2022).

Anwar menegaskan penugasan Fadillah Yusof untuk mengatasi permasalahan dalam perjanjian MA63.

"Fadillah diberi tugas untuk memastikan bahwa masalah MA63 dipercepat, terutama yang menyebabkan kecemasan langsung," katanya.

Dikatakan, sejumlah langkah telah diterapkan untuk menekan biaya hidup termasuk menurunkan harga telur di Malaysia.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Mohamad Sabu akan mengumumkan harga telur yang lebih rendah.

"Kami berharap jumlah distribusi telur di pasaran mencukupi dan harga telur yang sudah diceritakan tadi akan berkurang," lanjutnya.

Anwar juga menegur pengusaha Tan Sri Syed Mokhtar Al Bukhary karena perusahaannya memonopoli impor beras.

"Agar adil, kita harus tahu bahwa izin impor bukan konsesi dan tidak diberikan kepadanya, tetapi diberikan kepada perusahaan Bernas yang pada saat itu milik Tan Sri Tan Boon Seng dan Shahidan Kassim," tukas Anwar.

Diberitakan sebelumnya, penunjukan Ahmad Zahid sebagai Wakil PM Malaysia menimbulkan keprihatinan usai adanya tuduhan korupsi.

Ahmad Zahid merangkap sebagai Menteri Pembangunan Pedesaan dan Regional Malaysia yang dilantik pada Sabtu (3/12/2022).

Manajer Senior Penelitian pada Institute untuk Urusan Demokrasi dan Ekonomi, Aira Azhari menyatakan Anwar Ibrahim membutuhkan dukungan Barisan Nasional (BN).

"Pada saat yang sama, Anda tahu banyak aktivis masyarakat sipil, anggota oposisi juga berharap mekanisme lain atau kompromi lain dapat di capai," katanya.

Ahmad Zahid menghadapi 47 dakwaan, 12 karena pelanggaran kepercayaan (CBT), 8 karena korupsi dan 27 karena pencucian uang yang melibatkan puluhan juta ringgit Malaysia milik Yayasan amal Yayasan Akalbudi (YAB).

Ahmad Zahid tercatat sebagai wali yayasan dan satu-satunya penandatangan untuk persidangan YAB yang sedang berlangsung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anwar ibrahim malaysia pm malaysia
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top