Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei Indikator: Elektabilitas Anies Naik, Ganjar dan Prabowo Melorot

Elektabilitas Ganjar turun 2,5 persen suara dan Prabowo 1,3 persen jika dibandingkan survei sebelumnya.
Survei Indikator: Elektabilitas Anies Naik, Ganjar dan Prabowo Melorot. JIBI/Bisnis-Pernita Hestin Untari
Survei Indikator: Elektabilitas Anies Naik, Ganjar dan Prabowo Melorot. JIBI/Bisnis-Pernita Hestin Untari

Bisnis.com, JAKARTA – Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan penurunan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sebaliknya, elektabilitas Anies Baswedan naik.

Dalam simulasi pemilih calon presiden (capres) dengan 33 nama, Ganjar berada di urutan pertama dengan memperoleh 25,9 persen suara. Anies menyusul di urutan kedua dengan perolehan 23,6 persen suara. Urutan ketiga ada Prabowo yang meraih 16,1 persen suara.

Selanjutnya adalah Ridwan Kamil (7,8 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,9 persen). Sedangkan sisa nama lainnya memperoleh kurang dari 2 persen suara.

Meskipun elektabilitas Ganjar masih yang tertinggi, tetapi jika dibandingkan survei sebelumnya, mengalami penurunan. Pada survei September, Ganjar memperoleh 28,4 persen suara atau ada penurunan 2,5 persen suara.

Setali tiga uang, pada survei September, Prabowo memperoleh 17,4 persen suara. Artinya adalah elektabilitas Menhan menurun 1,3 persen.

Cerita berbeda dialami Anies, yang malah mengalami peningkatan elektabilitas. Pada survei September, dia memperoleh 18,6 persen suara. Artinya, ada penambahan 5 persen suara.

Melihat hasil itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi berpendapat adanya peralihan pemilih dari Prabowo ke Anies.

“Jadi ketika Anies naik, sebagian mengambil dari captive pemilih Pak Prabowo. Jadi polanya gini, Anies naik, Pak Prabowo turun” ujar Burhanuddin saat pemaparan hasil survei secara daring, Kamis (1/12/2022).

Survei Indikator ini diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022 dengan jumlah sampel 1.220 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampel dipilih menggunakan teknik multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper