Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

China Berencana Tindak Keras Pendemo Kebijakan Nol Covid

Badan Keamanan China menyerukan agar melakukan tindakan keras kepada ‘pasukan musuh’ setelah terjadi demo besar terhadap kebijakan Nol Covid.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 30 November 2022  |  09:36 WIB
China Berencana Tindak Keras Pendemo Kebijakan Nol Covid
Sejumlah petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11/2022), untuk mengambil sampel tes PCR para penghuninya. Otoritas Kota Beijing memperketat kebijakan nol kasus COVID-19 setelah ditemukan tiga kasus kematian dalam dua hari berturut-turut pada 19-20 November 2022. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Keamanan China menyerukan agar melakukan tindakan keras kepada ‘pasukan musuh’ setelah terjadi demo besar terhadap kebijakan Nol Covid di China pada akhir pekan lalu, dikutip dari laporan BBC pada Rabu (30/11/2022).

Petugas polisi telah membanjiri lokasi protes yang sekarang kosong, dengan beberapa pengunjuk rasa mengatakan polisi telah menghubungi untuk mencari informasi tentang keberadaan mereka.

Sementara itu, pejabat kesehatan China mengatakan lockdown harus segera diberlakukan. Apalagi, terjadi kenaikan positif Covid-19 beberapa hari terakhir.

Sebagai informasi, China merupakan satu-satunya negara ekonomi besar yang menetapkan kebijakan nol-Covid.

Pemerintah lokal bahkan menekan wabah kecil sekalipun harus diatasi dengan pengujian massal, karantina, dan lockdown.

Akibatnya, sepanjang akhir pekan lalu, ribuan orang di banyak kota di China turun ke jalan menuntut diakhirinya kebijakan Nol Covid. Bahkan, beberapa membuat seruan agar Presiden Xi Jinping mundur.

Meski begitu, kehadiran polisi yang masif di kota-kota besar China, tampaknya telah meredam protes pada Senin(28/11/2022) dan Selasa (29/11/2022).

"Diperlukan untuk menindak aktivitas infiltrasi dan sabotase oleh kekuatan musuh sesuai dengan hukum," ujar Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat Partai Komunis China (PKC).

Kebakaran di blok bertingkat tinggi di Urumqi, bagian Barat China yang menewaskan 10 orang pada pekan lalu dipercaya memantik demonstrasi besar-besaran baru-baru ini.

Pada laporan yang sama mengatakan, banyak warga China yang percaya kebijakan lockdown berkontribusi pada kematian, meskipun pihak berwenang menyangkalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Covid-19 Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top