Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, Kemenkes Pesankan Ini

Kemenkes menyarankan dua hal ke masyarakat yakni terkait cara penyimpanan obat dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 24 November 2022  |  17:04 WIB
Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, Kemenkes Pesankan Ini
Cegah Kasus Gagal Ginjal Akut Terulang, Kemenkes Pesankan Ini. obat gagal ginjal fomepizole - kemenkes
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia harus jadi pembelajaran bagi semua sehingga kehati-hatian dan kewaspadaan tak boleh kendur.

Menurutnya, jika kewaspadaan kendur maka potensi penyakit misterius menjangkiti masyarakat sangat mungkin terjadi. Misalnya, gagal ginjal akut pada anak. Syahril menyarankan dua hal, pertama, cara penyimpanan obat.

“Jadi setelah diminum jangan lagi terlalu lama disimpan, apalagi disimpan tidak dalam suhu ruang yang seharusnya,” jelas Syahril dalam diskusi virtual Perkembangan Penelitian Obat Mengandung EG dan DED pada Kasus Gagal Ginjal Akut, Kamis (24/11/2022).

Lalu, dia ingin agar masyarakat tak gampang termakan promosi atau iklan-iklan obat yang tak jelas. Apalagi, sampai mengonsumsi obat yang nihil keterangan indikasinya.

“Maka tanyalah kepada tenaga kesehatan, mana-mana obat yang pas diberikan kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat, untuk para tenaga kesehatan, Syahril meminta agar tetap menjaga profesionalitas.

"Lebih berhati-hati lagi di dalam memberikan suatu obat terapi dengan maksud tidak terjadi suatu efek samping yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Syahril juga meminta para apoteker atau dokter untuk dengan jelas menjelaskan obat yang diberikan kepada pasien, seperti ini obat apa, bagaimana cara meminumnya, berapa dosisnya, dan kalau terjadi efek samping harus seperti apa.

Bahkan, lanjutnya, Kemenkes juga akan terus memberikan sosialisasi kepada para pedagang obat bebas yang tidak memiliki latar belakang pendidikan farmasi.

“Ini perlu juga dipikirkan bagaimana para pedagang di toko obat ini berperan juga di dalam mengawal agar kita ke depan itu betul-betul aman bagi masyarakat di dalam memberikan obat,” ucap Syahril.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes gagal ginjal
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top