Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemilu Malaysia: Barisan Nasional Bantah Dukung Koalisi Lain

Barisan Nasional (BN) tidak mendukung Pakatan Harapan (PH) atau Perikatan Nasional (PN) dalam Pemilu Malaysia ke-15.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 23 November 2022  |  06:46 WIB
Pemilu Malaysia: Barisan Nasional Bantah Dukung Koalisi Lain
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ismail Sabri Yakoob. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan pada Selasa (22/11/2022) bahwa Barisan Nasional (BN) tidak mendukung Pakatan Harapan (PH) atau Perikatan Nasional (PN) dalam Pemilihan umum (Pemilu) ke-15.

Wakil Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Mohamad Hasan juga mengatakan dalam unggahan di Facebook, bahwa dewan tertinggi BN telah mengambil keputusan untuk tidak mendukung koalisi apapun untuk pemerintahan Malaysia selanjutnya.

“Dewan tertinggi BN telah membuat keputusan untuk tidak mendukung koalisi apapun untuk membentuk pemerintahan. BN tidak mendukung Pakatan Harapan atau Perikatan Nasional. Saat ini, BN setuju untuk tetap menjadi oposisi,” kata Hasan.

Keputusan itu dikeluarkan usai anggota parlemen BN mengadakan pertemuan pada Selasa (22/11/2022) pagi sebelum batas waktu pukul 14:00 yang ditetapkan oleh Raja Malaysia bagi semua koalisi untuk menyampaikan nama PM dalam membentuk pemerintahan berikutnya.

Pemilihan umum (Pemilu) ke-15 Malaysia berakhir dengan hasil yang belum jelas. Dua koalisi dengan suara terbanyak yaitu PH dan PN bersaing untuk membentuk pemerintahan baru.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, Wakil Presiden UMNO Khaled Nordin, Ketua BN Sabah Bung Moktar Radin, Presiden Asosiasi China Malaysia (MCA) Wee Ka Siong dan Wakil Presiden Kongres India Malaysia (MIC) M Saravanan terlihat memasuki gedung markas UMNO. MCA dan MIC juga bagian dari BN. 

Selain itu, anggota parlemen Simpang Renggam dan mantan Menteri Besar Johor, Hasni Mohamad juga terlihat memasuki gedung sekitar pukul 11.05 pagi waktu Malaysia.

Ketua BN Sabah Bung Moktar mengatakan setelah pertemuan itu bahwa para pemimpin BN tidak membuat keputusan tentang nama perdana menteri yang harus dipilih. Ia juga mengatakan tak ada undang-undang yang ditanda tangani pada pertemuan itu. 

"Kami tidak memutuskan apa-apa (dalam rapat). Apa pun yang akan kami putuskan, kami harus melakukannya sebagai satu tim,” kata Bung Moktar, seperti dilansir dari Channel News Asia, dikutip Rabu (23/11/2022).

Sebelum pengumuman Ismail Sabri, Presiden Warisan Shafie Apdal mengatakan bahwa dia mendukung pakta potensial antara Pakatan Harapan (PH) dan Barisan Nasional (BN).

“Keduanya memiliki jumlah kursi untuk membentuk pemerintahan dan mayoritas rakyat memilih Pakatan Harapan dan Barisan Nasional. Karena itu, Pakatan Harapan dan Barisan Nasional harus diberi pilihan pertama untuk membentuk pemerintahan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyatakan harapannya PH dan BN akan memperoleh mitra untuk membentuk pemerintahan berikutnya yang membawa stabilitas bagi negara.

“Partai berharap Pakatan Harapan bersama dengan Barisan Nasional akan dapat memperoleh mitra yang akan memungkinkan pembentukan pemerintah federal berikutnya yang membawa stabilitas politik dan persatuan bagi negara,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia pm malaysia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top