Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa Itu Polio, Gejala, Vaksinasi dan Pengobatannya

Gejala polio berulang dapat dialami oleh orang yang pernah terkena polio. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom pascapolio.
2

Komplikasi Polio

Tenaga medis dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan vaksin Polio kepada balita korban vaksin palsu saat pelaksanaan vaksinasi ulang di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/7). - Antara
Tenaga medis dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan vaksin Polio kepada balita korban vaksin palsu saat pelaksanaan vaksinasi ulang di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (18/7). - Antara
Bagikan

Polio paralisis dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

Cacat

Kelainan bentuk tungkai dan pinggul

Kelumpuhan, baik sementara maupun permanen

Kesulitan bernapas akibat kelumpuhan otot saluran pernapasan

Gagal napas

Kematian

Selain itu, gejala polio berulang dapat dialami oleh orang yang pernah terkena polio. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom pascapolio. Gejala sindrom pascapolio baru muncul 30 tahun atau lebih sejak penderita terinfeksi pertama kali.

Gejala sindrom pascapolio meliputi:

Sulit bernapas dan menelan

Gangguan ingatan

Gangguan tidur

Depresi

Otot dan sendi makin lemah

Pencegahan Polio

Pencegahan polio dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi polio. Vaksin polio mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio dan aman diberikan kepada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.

Ada dua bentuk vaksin polio, yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV). Vaksin polio dalam bentuk obat tetes mulut (OPV-0) diberikan kepada bayi sesaat setelah lahir.

Selanjutnya, vaksin polio akan diberikan sebanyak empat dosis, baik dalam bentuk suntik maupun obat tetes mulut.

Berikut adalah jadwal pemberian keempat dosis vaksin polio tersebut:

Dosis pertama (polio-1) diberikan saat usia 2 bulan

Dosis kedua (polio-2) diberikan saat usia 3 bulan

Dosis ketiga (polio-3) diberikan saat usia 4 bulan

Dosis terakhir diberikan pada usia 18 bulan sebagai dosis booster

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi polio, pemerintah menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, semua bayi dan balita (usia 0–59 bulan) akan diberikan vaksinasi polio tambahan tanpa mempertimbangkan apakah imunisasinya sudah lengkap atau belum.

Vaksin polio untuk dewasa

Vaksin polio juga diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah melakukan imunisasi polio. Vaksin polio untuk dewasa diberikan dalam bentuk suntik (IPV) dalam tiga dosis.

Berikut adalah pembagian dosisnya:

Dosis pertama dapat diberikan kapan saja

Dosis kedua diberikan dengan jeda waktu 1–2 bulan

Dosis ketiga diberikan dengan jeda waktu 6–12 bulan setelah dosis kedua

Orang dewasa yang akan bepergian ke negara dengan kasus polio aktif juga dianjurkan untuk menjalani vaksinasi polio. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan ketika berinteraksi dengan penderita atau seseorang yang diduga menderita polio.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin polio Virus Polio
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top