Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menlu Retno: Gelaran Presidensi G20 Kali Ini, Luar Biasa

Presidensi G20 indoensia membawa suara negara-negara berkembang untuk menagih kerja sama konkrit yang dilakukan negara G20 untuk pemulihan dunia yang inklusif.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 16 November 2022  |  21:55 WIB
Menlu Retno: Gelaran Presidensi G20 Kali Ini, Luar Biasa
Menlu Retno Marsudi - Kemlu
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan Presidensi Indonesia dalam gelaran G20 tahun ini sungguh luar biasa.

"Di Presidensi G20 Indonesia, kita ini berjalan go to the extra mile. Sejak awal kita ingin membawakan suara negara-negara berkembang dan kita ingin mempresentasikan kerja sama konkrit yang dilakukan oleh negara G20 untuk dunia," katanya dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB)9, Rabu (16/11/2022).

Retno menjelaskan, kesuksesan sebuah KTT G20 dapat diukur melalui dua hal. Pertama adalah kehadiran para pemimpin negara anggota. 

Dalam presidensi Indonesia, kehadiran para leaders dari negara anggota sangat tinggi. Padahal dalam situasi normal pun, katanya, tidak semua KTT G20 dihadiri oleh semua negara.

Ukuran kedua, tambah Menlu Retno, adalah output dari gelaran KTT G20 tersebut yang berakhir pada deklarasi, yakni nama sebuah dokumen.

"Di penghujung ini tentunya apa dong extra milenya, maka kita lakukan negosiasi terpisah untuk apa yang dinamakan G20 Action for Strong and Inclusive Recovery," paparnya.

Terkait isinya dari dokumen ini, tambah Menlu Retno, adalah berupa daftar proyek disebut concrete deliverables. Dokumen ini nantinya disajikan untuk dunia. 

Dalam daftar proyek ini, terangnya, ada yang sifatnya new projects, dukungan untuk existing projects hingga extention dari existing project

Selain itu, ada juga yang berbentuk hibah, capacity building, research development hingga investasi.

"Untuk pertama kalinya dalam G20 kita berpikir mengenai concrete deliverables. Jadi bukan saja katakanlah yang biasa dua itu yang menjadi ukuran, bahkan Indonesia sudah berjalan extra mile," ungkapnya.

Sementara itu, pada forum yang sama, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengapresiasi tema yang diangkat dalam presidensi G20 Indonesia tahun ini yakni Recover Together, Recover Stronger

Menurutnya, ini merupakan jargon sekaligus tema yang dibutuhkan dunia saat ini.

Dia mengungkapkan tema ini telah mewakili keprihatinan seluruh negara pasca pandemi covid-19 yang menghantam negara-negara di dunia dengan banyak aspek kehidupan terdampak.

“Saya rasa ketika Indonesia menetapkan jargon tersebut lengkap dengan tiga isu prioritas yaitu transisi energi, transformasi digital dan penguatan infrastruktur kesehatan global, sekali lagi ini sangat tepat karena kita baru saja pulih dari pandemi," kata Owen.

Dalam kesempatan tersebut, Owen juga menyinggung manfaat G20 bagi hubungan Indonesia dan Inggris. Menurutnya kedua negara akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa banyak dari Presidensi G20 ini.

“Saya rasa kedua negara bisa mendapatkan keuntungan yang luar biasa banyak dari forum G20. Isu prioritas yang diusung oleh Indonesia adalah juga menjadi stimulus untuk meningkatkan perekonomian kedua negara, baik bagi Inggris maupun Indonesia,” pungkasnya 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KTT G20 menlu G20 Indonesia
Editor : Wahyu Arifin
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top