Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyidikan Kasus BTS Kominfo, Kejagung Periksa 8 Saksi

Saksi yang diperiksa berasal dari instansi Badan Aksebiltas dan Komunikasi dan Informatika (BAKTI) hingga perusahaan swasta.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 10 November 2022  |  07:55 WIB
Penyidikan Kasus BTS Kominfo, Kejagung Periksa 8 Saksi
Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan saat penetapan tersangka mafia minyak goreng di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). Kejaksaan Agung menetapkan empat tersangka dugaan permufakatan antara pemohon dengan pemberi izin dalam proses penerbitan persetujuan ekspor minyak goreng. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelaskan perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan tower Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 1,2,3,4 dan 5 Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Direktur penyidikan (Dirdik) Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Kuntadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada delapan orang saksi dalam kasus ini.

“Belum begitu banyak, karena baru seminggu. baru 8 saksi yang diperiksa,” ujar Kuntadi di Kejaksaan Agung, Rabu (9/11/2022) malam.

Kuntadi menyebut bahwa saksi yang diperiksa berasal dari instansi Badan Aksesibiltas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) hingga perusahaan swasta.

“Tidak semua (dari BAKTI), ada dari swastanya,” papar Kuntadi.

Sebelumnya, Kejagung mengatakan bahwa kasus BTS 4G Kominfo naik dari penyilidikan ke penyidikan setelah melalukan gelar perkara dan adanya alat bukti yang cukup.

“Berdasarkan hasil ekspos itu, kita naikan dari penyelidikan ke penyidikan,” papar Kuntadi saat konferensi pers di Kejagung, Rabu (2/11/2022).

Kemudian Kuntadi mengatakan bahwa tim penyidik juga melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat yang diduga terkait dengan dugaan tindak pidana tersebut pada 31 Oktober dan 1 November 2022.

"Adapun hasil pengeledahan banyak menemukan dokumen-dokumen penting terkait ini dan masih dipelajari," papar Kuntadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kejaksaan Agung kominfo
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top