Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gelombang Kasus Subvarian XBB di Depan Mata, Booster dan PPKM jadi Senjata

Puncak kasus Covid subvarian XBB diprediksi terjadi 1-2 bulan lagi. Luhut sebut vaksin booster dan pembatasan kegiatan (PPKM) masih efektif redam penyebaran.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 05 November 2022  |  17:43 WIB
Gelombang Kasus Subvarian XBB di Depan Mata, Booster dan PPKM jadi Senjata
Gelombang Kasus Subvarian XBB di Depan Mata, Booster dan PPKM jadi Senjata - Bisnis/Pernita Hestin Untari
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia akan menghadapi puncak gelombang Covid-19 akibat subvarian Omicron, XBB, pada Desember 2022 hingga Januari 2023. 
 
Luhut mengungkapkan, prediksi tersebut muncul setelah pemerintah kembali menemukan adanya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara yang mayoritas disebabkan oleh subvarian XBB. 
Peningkatan jumlah kasus tersebut juga turut diikuti dengan peningkatan jumlah bed occupancy rate (BOR) atau persentase keterisian tempat tidur di rumah sakit. 
 
"Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati, puncak gelombang berbagai varian baru ini diperkirakan akan terjadi pada satu atau dua bulan ke depan," terang Luhut pada akun Instagram @luhut.pandjaitan dikutip Sabtu (5/11/2022). 
 
Namun, menurut Luhut, lonjakan akibat subvarian tidak akan menyebabkan peningkatan kasus yang lebih parah jika dibandingkan dengan lonjakan akibat varian Omicron pada awal tahun ini. 
 
Luhut memastikan pemerintah akan terus menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menekan peningkatan jumlah kasus harian akibat subvarian XBB. 
 
Mitigasi tersebut antara lain seperti meningkatkan capaian vaksinasi penguat atau booster Covid-19 serta memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia. 
 
"Saya juga menegaskan kembali bahwa pemerintah akan terus menggunakan PPKM level sebagai basis pengetatan kegiatan. Saya tidak akan pernah jenuh untuk mengingatkan seluruh masyrakat agar terus taat dan mematuhi protokol kesehatan," pungkas Luhut. 
 
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melaporkan 12 kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian XBB. Dari total tersebut, dua di antaranya merupakan kasus yang teridentifikasi pada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). 
 
"Jadi semula ada satu, tambah lagi menjadi empat. Per Kamis (3/11/2022), jumlahnya ada 12 orang. Dari 12 ini dua perjalanan luar negeri dan 10 itu transmisi lokal," terang Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam konferensi pers daring, Jumat (4/11/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron Luhut Pandjaitan PPKM Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top