Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Update Perang Rusia VS Ukraina Hari ke- 243: Makin Panas, AS Akan Kirim Hawk Untuk Bantu Ukraina

Rusia mengklaim bahwa Kyiv sedang bersiap untuk menggunakan bom kotor di Ukraina.
Beberapa kendaraan terbakar setelah Rusia meluncurkan rudal ke Ibu Kota Kyiv, Ukraina pada Senin (10/10/2022). Serangan ini meningkatkan esklasi perang Rusia vs Ukraina/The Moscow Times
Beberapa kendaraan terbakar setelah Rusia meluncurkan rudal ke Ibu Kota Kyiv, Ukraina pada Senin (10/10/2022). Serangan ini meningkatkan esklasi perang Rusia vs Ukraina/The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA — Perang Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut. Memasuki hari ke- 243, Amerika Serikat (AS) berencana mengirimkan peralatan pertahanan udara Hawk ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia.

Melansir The Guardian, Selasa (25/10/2022), 2 pejabat AS mengatakan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pengiriman peralatan pertahanan udara Hawk yang lebih tua dari penyimpanan ke Ukraina untuk membantunya bertahan dari serangan drone dan rudal jelajah Rusia.

Rudal pencegat Hawk ini nantinya akan menjadi peningkatan sistem rudal Stinger, sistem pertahanan udara jarak pendek yang lebih kecil, yang sebelumnya telah dikirim AS untuk menumpulkan gencatan Rusia.

Tak hanya itu, pemerintahan Biden juga akan menggunakan otoritas penarikan kepresidenan (PDA) untuk mentransfer peralatan Hawk, yang didasarkan pada teknologi era Vietnam yang telah diperbarui.

Pejabat AS mengungkap bahwasanya sistem Hawk merupakan pendahulu dari sistem pertahanan rudal Patriot yang dibuat oleh Raytheon Technologies. Namun, saat ini masih belum tersedia untuk Ukraina.

" Awalnya, AS mungkin hanya akan mengirim rudal pencegat untuk sistem Hawk ke Ukraina karena tidak jelas apakah alat peluncur AS ini dalam kondisi baik," kata seorang pejabat AS, Selasa (25/10/2022).

"Sistem AS telah disimpan selama beberapa dekade," sambungnya.

Sementara itu, Bank Dunia melaporkan telah mengucurkan dana tambahan sebesar 500 juta dolar, untuk membantu Ukraina dalam memenuhi kebutuhan pengeluaran mendesak yang diakibatkan oleh adanya perang.

Kemudian, pembiayaan oleh Bank Internasional ini juga digunakan untuk rekonstruksi dan pembangunan, dengan pemberi pinjaman utama bank, yang didukung oleh 500 juta dolar dalam jaminan pinjaman dari Inggris.

"Invasi Rusia terus menyebabkan kehancuran besar-besaran infrastruktur Ukraina, termasuk jaringan air, sanitasi, dan listrik. Tepat saat musim dingin mendekat, yang semakin membahayakan rakyat Ukraina," ujar Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass.

Sementara itu, dana pembiayaan yang dikucurkan hari ini akan digunakan untuk membantu mempertahankan layanan penting pemerintah.

"Kami berdiri teguh untuk mendukung rakyat Ukraina saat mereka menghadapi krisis yang tak tertandingi ini," kata Malpass.

Rangkuman perang Rusia vs Ukraina hari ke-243:

- Kremlin menuduh bahwa Ukraina rancang bom

Perang Rusia vs Ukraina belum berakhir. Kremlin juga menuduh pemerintah Ukraina sedang bersiap untuk meledakkan bom kotor untuk menyalahkan Rusia dan memaksa eskalasi perang. Namun, negara-negara Barat telah menyanggah kabar itu, dan menyatakan tuduhan tersebut tidak benar.

- Rusia akan membawa tuduhan rencana 'bom kotor' oleh Ukraina ke PBB

Rusia mengklaim bahwa Kyiv sedang bersiap untuk menggunakan "bom kotor" di Ukraina. Kemudian Rusia akan menyampaikan masalah itu ke dewan keamanan PBB.

- Menanggapi keinginan Kyiv, pengawas nuklir PBB akan mengirim inspektur ke Ukraina

Pengawas nuklir PBB sedang bersiap untuk mengirim inspektur dalam beberapa hari mendatang ke dua lokasi di Ukraina atas permintaan Kyiv, sebagai reaksi nyata terhadap klaim "bom kotor" Rusia.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan kedua lokasi tersebut telah diperiksa dan satu lokasi sebelumnya telah diperiksa pada sebulan lalu.

- Presiden Jerman tiba di Ukraina untuk kunjungan

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dilaporkan telah tiba di Ukraina untuk kunjungan mendadak hari ini, Selasa (25/10/2022).

Menurut penyiar Jerman NTV, Kunjungannya Steinmeier itu merupakan perjalanan pertamanya ke Ukraina sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari.

Steinmeier tiba di ibukota, Kyiv, dengan kereta api di pagi hari dan akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

- Perang menuju eskalasi yang tidak terkendali

Menteri pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan kepada rekan-rekan barat bahwa perang di Ukraina sedang menuju eskalasi yang tidak terkendali, di tengah bukti bahwa Kremlin sedang mempertimbangkan bagaimana menanggapi kekalahan medan perang lain yang diantisipasi di sekitar kota kunci selatan Kherson.

- Cengkeraman Rusia atas kota Kherson semakin rapuh

Pasukan Rusia tampaknya akan bersiap untuk mundur dari tepi timur Sungai Dnieper. Bahkan Rusia memerintahkan evakuasi baru warga sipil dan meletakkan dasar untuk kemungkinan hilangnya kota Kherson itu sendiri.

Semua warga sipil diperintahkan untuk segera mengungsi selama akhir pekan dalam menghadapi serangan balasan Ukraina.

Rusia membawa unit militer baru ke Kherson saat bersiap untuk mempertahankan kota dalam menghadapi serangan balasan Ukraina.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ileny Rizkky
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper