Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tangis Pecah Usai Salah Tewas Ditembak Tentara Israel di Jenin

Salah al-Braiki, remaja 19 tahun, ditembak di leher oleh pasukan Israel dan meninggal dunia tak lama setelah dibawa ke rumah sakit umum Jenin.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  14:42 WIB
Tangis Pecah Usai Salah Tewas Ditembak Tentara Israel di Jenin
Sebuah mesin Israel menghancurkan sebuah bangunan Palestina di dekat Yatta di Tepi Barat yang diduduki oleh Israel. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang remaja Palestina, Salah Al-Braiki (19) tewas akibat serangan militer pasukan Israel di Kota Jenin, di Tepi Barat bagian utara, pada Jumat (21/10/2022).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina telah mengonfirmasi bahwa Salah al-Braiki ditembak di leher dan meninggal dunia tak lama setelah dibawa ke rumah sakit umum Jenin.

Dilansir dari Aljazeera, Senin (24/10/2022), Salah Al-Braiki dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01:45 (22:45 GMT pada hari Kamis waktu setempat).

Terlihat dari sebuah video yang beredar di media sosial, tangisan Ibu dari Salah Al-Braiki pecah seakan tak rela atas kepergian putranya.

"Tolong Salah bangun, Tolong jangan Pergi," ucap Ibu dari Salah Al-Braiki sambil menangis tak tertahan di depan jenazah putranya, seperti dilansir dari Twitter @Timesofgaza.

Sebelumnya, tentara Israel dan pasukan khususnya menyerbu kota Jenin dan kamp pengungsi. Akibatnya terjadi konfrontasi dengan pemuda tak bersenjata, sehingga pecah dan terjadi bentrokan dengan pejuang Palestina.

Pihak Kementerian mengungkap bahwa akibat serangan pasukan Israel tersebut, tiga warga Palestina lainnya terluka oleh peluru tajam Israel.

Pasukan Israel juga menangkap Baraa Alawneh, sepupu dari pejuang Palestina berusia 26 tahun Ahmad Alawneh, yang dibunuh oleh tentara dalam serangan besar-besaran di Jenin (28/9/2022) lalu.

Tepi Barat Memanas

Ketegangan di Tepi Barat meningkat sejak tahun lalu, saat penembakan Palestina terjadi di pos pemeriksaan militer tentara Israel, khususnya di kota utara Jenin dan Nablus.

Setidaknya tiga tentara Israel telah tewas sejak 14 September 2022, satu dalam serangan di Jenin, dan dua dalam penembakan terpisah di pos pemeriksaan militer pekan lalu di Nablus dan Yerusalem Timur.

Israel menyebut serangan itu sebagai bagian dari operasi militer “Mematahkan Gelombang”, sehingga para pasukannya mengintensifkan serangan, penangkapan dan pembunuhan di Jenin dan Nablus, saat adanya perlawanan bersenjata dari Palestina.

Adapun media lokal mengabarkan bahwa pos pemeriksaan Salem di utara Jenin telah menjadi sasaran, setidaknya terjadi lima penembakan oleh pejuang Palestina sejak awal Oktober 2022.

Israel telah memblokade sekitaran Nablus dan desa-desanya selama lebih dari 10 hari dan memengaruhi pergerakan sekitar 420.000 warga Palestina.

Padahal saat itu warga Palestina gencar mencari tersangka penembakan di pemukiman ilegal terdekat Shavei Shomron.

Warga, kelompok politik, dan lembaga masyarakat sipil menuntut pencabutan pengepungan, karena mulai berdampak serius pada ekonomi dan kehidupan di daerah tersebut.

Korban Makin Bertambah

Menurut Kemenkes di negara itu, pasukan Israel telah membunuh 175 warga Palestina sejak awal tahun, termasuk 124 orang di Tepi Barat, dan 51 di Jalur Gaza yang terkepung. Sekitar setengah dari mereka yang tewas di Tepi Barat berasal dari Jenin dan desa-desanya.

Total korban tewas juga termasuk 41 anak-anak, 17 di antaranya tewas dalam serangan tiga hari Israel di Gaza pada Agustus 2022.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa 2022 menjadi tahun kematian tertinggi untuk warga Palestina di Tepi Barat, dibandingkan dengan periode yang sama dalam 16 tahun terakhir.

Jutaan warga Palestina pada Kamis (20/10/2022) di Tepi Barat dan Yerusalem Timur melakukan pemogokan. Semua aspek kehidupan terhenti, organisasi swasta dan publik, toko-toko dan universitas pun ditutup.

Pemogokan tersebut terjadi sebagai bentuk protes atas pembunuhan Uday Tamimi, 22 tahun, yang dituduh Israel melakukan penembakan pada (8/10/2022) di pos pemeriksaan utama kamp pengungsi Shuafat di Yerusalem Timur di mana satu tentara Israel dinyatakan tewas.

Setelah perburuan selama 12 hari, pasukan Israel membunuh Tamimi dalam baku tembak setelah dia diduga melakukan penembakan kedua di dekat pemukiman ilegal Israel di Maale Adumim di Tepi Barat.

Protes dan konfrontasi pecah dengan pasukan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, setelah Israel memberlakukan pengepungan empat hari di kamp Shuafat dan sekitarnya rumah bagi 130.000 warga Palestina, untuk mencari tersangka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

israel palestina konflik palestina agresi israel
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top