Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertempuran Sengit! Pasukan Rusia Mati-matian Pertahankan Garis Depan

Pasukan Rusia mendapatkan serangan dari berbagai arah dari pihak Ukraina dan tentara asing.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  07:58 WIB
Pertempuran Sengit! Pasukan Rusia Mati-matian Pertahankan Garis Depan
Anggota Korps Sukarelawan Ukraina menembakkan howitzer, saat serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjut, di sebuah titik di Zaporizhzhia, Ukraina, Senin (28/3/2022). - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia melaporkan pertarungan sengit antara pasukannya dengan tentara Ukraina yang didukung oleh tentara bayaran asing di Kislovka.

Laporan Kemhan Rusia melaporkan bahwa pasukan Ukraina dan tentara bayaran asing menyerang dari tiga arah secara bersamaan. Gabungan pasukan tersebut bahkan sempat mencapai pinggiran barat pemukiman.

Unit tentara Ukraina berhasil menembus pertahanan. Namun, lanjut laporan itu, dengan tindakan aktif pasukan dan artileri Rusia, tentara gabungan Ukraina diusir dari Kislovka.

“[Mereka] dibubarkan dan dilempat ke tempat semula. Posisi pasukan Rusia di garis depan berhasil dipulihkan,” ujar Juru Bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov, dikutip Kamis (13/10/2022).

Selain Kislova, pihak Rusia juga melaporkan upaya gagal tiga kompi pasukan Ukraina untuk menyerang ke arah pemukiman Tabaevka, Orlyanka dari wilayah Kharkov dan Kuzemovka di Luhansk. Semua serangan berhasil dihalau. ️

Adapun, total kerugian dari pihak Ukraina dan tentara bayaran berjumlah lebih dari 100 personel militer, 4 tank, 3 kendaraan tempur infanteri, dan 3 pengangkut personel lapis baja Kirpi Turki.

Di arah Krasnolimansky, upaya Ukraina untuk masuk dari Sungai Zherebets di daerah pemukiman Raigorodka, Karmazinovka, Rozovka, Makeevka, dan Novolyubovka dari Republik Rakyat Luhansk digagalkan. “3 kendaraan tempur infanteri, 2 kendaraan lapis baja dan sekitar 60 prajurit Ukraina hancur.”

Sementara itu, dari arah Zaporozhye, dekat pemukiman Novodarovka, unit-unit Rusia menangkal serangan Ukraina yang datang dengan kekuatan hingga satu peleton dengan dukungan kendaraan lapis baja. Tujuh prajurit Ukraina dan sebuah mobil lapis baja hancur.

Ancaman Putin

Di sisi lain, pasukan Moskow melakukan serangan rudal pembalasan di beberapa kota Ukraina menyusul ledakan bom yang menghancurkan jembatan yang menghubungkan Krimea dengan Rusia. Serangan dilakukan selasa kemarin.

“Saya tidak mungkin membiarkan [serangan Ukraina di Krimea] tidak terjawab. Jika upaya serangan teroris terus berlanjut, respons Rusia akan parah dan sesuai dengan tingkat ancaman," kata Putin pada hari Senin di awal pertemuan Dewan Keamanan yang disiarkan televisi seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (11/10/2022).

Pernyataan Putin tersebut diucapkan setelah ledakan besar pada hari Sabtu (8/10/2022) yang merusak jembatan utama di Krimea.

Infrastuktur tersebut merupakan proyek utama Putin dan jaringan transportasi penting antara Rusia dan semenanjung Moskow yang dicaplok pada 2014.

"Rusia akan serangan besar-besaran dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi pada energi, komando militer, dan fasilitas komunikasi di Ukraina" ucap Putin.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangkaian serangan telah tercapai sesuai target.

Layanan Darurat Ukraina mengatakan total 11 orang tewas dan 64 terluka dalam serangan pagi di seluruh Ukraina. Serangan rudal tersebut merupakan yang terbesar dan terluas sejak hari-hari awal perang pada Februari 2022.

Ibu kota Ukraina, Kyiv, dihantam oleh beberapa rudal Rusia pada Senin pagi (10/10/2022), yang pertama sejak akhir Juni 2022.

"Ledakan menghantam distrik Shevchenko, area luas di pusat kota yang mencakup kota tua bersejarah serta beberapa kantor pemerintah," kata Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top