Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tragedi Kanjuruhan: Polri Bakal Periksa Indosiar Cs, Iwan Bule Temui FIFA dan AFC

Polri akan memeriksa pemegang hak siar Liga I. Sementara Ketua Umum PSSI bertemu dengan perwakilan FIFA dan AFC terkait Tragedi Kanjuruhan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  06:58 WIB
Tragedi Kanjuruhan: Polri Bakal Periksa Indosiar Cs, Iwan Bule Temui FIFA dan AFC
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). - Bisnis/Surya Dua Artha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengatakan bahwa pihak PT Liga Indonesia Baru atau LIB, PSSI dan Indosiar akan diperiksa sebagai saksi dalam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 pendukung Arema atau Aremania.

"Minggu depan pemeriksaannya. Jadi akan cukup banyak saksi," kata Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, dikutip Kamis (13/10/2022).

Dedi mengatakan bahwa pemeriksaan akan dilakukan kepada Direktur Operasional LIB hingga pihak Indosiar selaku pemegang hak siar.

“minggu depan ada beberapa tambahan lagi yang akan diperiksa. Direktur Operasional LIB. Kemudian deputi Security and safety PSSI, kemudian dari pihak Indosiar, karena yang pegang hak siar Indosiar,” ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (12/10/2022)

Sekadar informasi, Polri menetapkan 6 tersangka dalam tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema bertemu dengan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

“Berdasarkan gelar perkara dan bukti yang cukup menetapkan enam orang tersangka,” ujar Listyo dalam konferensi pers di Malang, Kamis (6/10/2022).

Listyo menjabarkan bahwa keenam tersangka ini adalah atas nama Akhmad Hadian Lukita selaku Dirut PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Selanjutnya adalah Abdul Haris selaku ketua panitia pelaksana pertandingan Arema. Empat orang lainnya adalah inisial Suko Sutrisno selaku security officer, lalu atas nama Wahyu SS Kabagops Polres Malang. 

Kemudian AKP Hasdarman selaku personel Brimob Polda Jatim, dan terakhir Bambang Sidik Achmadi selaku Kasat Samapta Polres Malang.

Kunjungan FIFA 

Sementara itu,  Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan menerima kehadiran perwakilan FIFA dan AFC sudah tiba di Indonesia. 

Iwan Bule, demikian sapaannya, menyebut kehadiran mereka berkat upaya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghubungi langsung Gianni Infantino selaku orang nomor satu di FIFA.

Untuk diketahui, perwakilan FIFA yang hadir adalah Development Project Coordinator FIFA Niko Nhouvannasak, kemudian Head of Safety Chen Jun, dan Serge Dumotier selaku Stadium Consultant.

Sementara itu perwakilan AFC diwakili oleh The AFC Deputy General Secretary Competitions and Football Shin Man Gil, Datuk Dell Deputy Chairperson Safety, Raui Kamar Communication Director, dan Brian Johnson Head of Safety Security.

Development Project Coordinator FIFA Niko Nhouvannasak menyampaikan bahwa hasil pertemuan mereka dengan AFC dan PSSI adalah untuk mengumpulkan data-data terkait Tragedi Kanjuruhan.

"Kami, AFC dan PSSI di sini ingin memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi pada masa mendatang. Apa yang kami lakukan sekarang adalah mengumpulkan semua informasi apa yang sebenarnya terjadi," kata Nhouvannasak.

Nhouvannasak juga membahas soal kelanjutan kompetisi dan penyelenggaraan Piala Dunia U20 2023 di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah.

"Kami dan PSSI juga mengadakan pertemuan serius untuk melangkah dengan rencana aksi dan time line yang nyata untuk memastikan bahwa liga akan kembali dalam waktu dekat, dan Piala Dunia U20 di Indonesia tahun depan aman. Kami juga melibatkan para ahli untuk membantu PSSI. Kami juga bekerja sangat dekat dengan pemerintah Indonesia," tuturnya.

Dia pun memastikan bahwa FIFA, AFC, dan PSSI akan bersatu padu dalam solidaritas dan bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan semua orang di Indonesia dapat menikmati sepak bola dengan cara terbaik.

Tidak lupa, Nhouvannasak pun juga meyampaikan belawungkawa atas Tragedi Kanjuruhan. Adapun, disebutnya per Selasa (11/10/2022) jumlah korban meninggal dunia akibat insiden di Stadion Kanjuruhan tersebut mencapai 132 jiwa.

"Mewakili FIFA, kami ingin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban, keluarga, teman-teman, dan seluruh komunitas sepak bola di Indonesia," pungkas Nhouvannasak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tragedi Kanjuruhan arema Iwan Bule
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top