Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kasus Lukas Enembe, Petinggi Kasino Singapura Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Asisten Direktur MBS (Kasino Singapura) Defry Stalin mangkir dari agenda pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 12 Oktober 2022  |  12:05 WIB
Kasus Lukas Enembe, Petinggi Kasino Singapura Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri/Antara - HO/Humas KPK
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Asisten Direktur MBS (Kasino Singapura) Defry Stalin mangkir dari agenda pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Defry sedianya diperiksa sebagai saksi dalam perkara suap dan gratifikasi terkait proyek infrastruktur di lingkungan provinsi Papua yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Informasi yang kami terima yang bersangkutan belum bisa hadir," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Rabu (11/10/2022).

Ali mengatakan tim Penyidik akan menjadwalkan pemanggilan ulang terhadap Defry.

Sebelumnya, KPK sempat mengaku akan menelisik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Gubernur Papua Lukas Enembe ke Kasino Judi.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penyidikan kasus korupsi maupun suap atau gratifikasi kerap berkembang ke arah TPPU.

"Seringkali dalam perkara korupsi suap dan gratifikasi berkembang pada penerapan TPPU bila kemudian terpenuhi unsur pasal sebagaimana kecukupan alat buktinya," kata Ali kepada wartawan, Senin (26/9/2022).

Diketahui, temuan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengungkapkan Lukas diduga bermain judi tiga negara yaitu Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan juga mengungkapkan bahwa terdapat transaksi oleh Lukas sebesar Rp560 miliar ke kasino.

"Modus TPPU inilah berbagai macam dan cara,satu diantaranya membelanjakan ataupun menempatkan uang hasil korupsi pada kegiatan lain sehingga seolah-olah merupakan hasil bersih baik yang legal ataupun kejahatan lainnya yang bisa jadi masuk ranah pidana umum seperti halnya judi," kata Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Lukas Enembe
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top