Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Angkutan Kereta Api Jerman Diduga Disabotase oleh Profesional

Kepolisian Jerman menyebutkan, aksi sabotase jlalur kereta api tersebut menggambarkan betapa rentannya infrastruktur negara terhadap aksi kejahatan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 09 Oktober 2022  |  21:56 WIB
Angkutan Kereta Api Jerman Diduga Disabotase oleh Profesional
Berlin - Istimewa. Angkutan Kereta Api Jerman Diduga Disabotase oleh Profesional
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi sabotase berupa pemutusan kabel yang akhirnya mengganggu perjalanan kereta api di Jerman pada Sabtu (8/10/2022) waktu setempat, diduga dilakukan oleh pelaku dari kalangan profesional.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kepolisian Jerman menyebutkan, aksi sabotase tersebut menggambarkan betapa rentannya infrastruktur negara terhadap aksi kejahatan.

“Ini adalah serangan yang ditargetkan dan dilakukan profesional terhadap moda transportasi kereta api,” kata Andreas Rosskopf, Kepala Kepolisian Jerman, dalam wawancaranya dengan RedaktionsNetzwerk Deutschland, Minggu (9/10/2022).

Seperti diektahui, lalu lintas kereta api di Jerman utara dihentikan selama beberapa jam pada Sabtu setelah kabel yang diperlukan untuk mengoperasikan kereta api dengan aman terputus. Menteri Transportasi Jerman Volker Wissing menyebutkan hal itu sebagai tindakan sabotase.

Hingga saat ini belum muncul phak yang mengaku bertanggung jawab dan belum ada tersangka yang berhasil diidentifikasi.

Insiden itu telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan infrastruktur Jerman. Perjalanan kereta api telah terganggu di masa lalu oleh insiden pencurian logam dan kabel, dan ada kasus kelompok aktivis Jerman memotong kabel untuk mengganggu kereta api.

Selain itu serangan tersebut terjadi hanya beberapa minggu setelah ledakan dua pipa gas yang menghubungkan Rusia ke Jerman.

Politisi dari Partai Hijau Anton Hofreiter mengatakan kepada grup media FUNKE bahwa sabotase itu mengingatkannya pada gangguan jaringan pipa Nord Stream. Kala itu serangan pada pipa Nord Stream diduga dilakukan oleh Rusia.  Namun demikian, Rusia membantah terlibat dalam ledakan Nord Stream.

“Mungkin keduanya adalah tembakan peringatan karena kami mendukung Ukraina,” tambah Hofreiter.

Pasukan keamanan negara saat ini terus melakukan penyelidikan. Namun dari berbagai langkah penyelidikan tidak ada indikasi terorisme atau keterlibatan negara asing, kata Kantor Polisi Kriminal Negara Berlin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman kereta api Rusia teror

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top