Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Periksa Asisten Hakim Agung di Kasus Hakim Agung Sudrajad

KPK akan memeriksa Asisten Hakim Agung Prasetyo Nugroho dalam kasus korupsi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  13:41 WIB
KPK Periksa Asisten Hakim Agung di Kasus Hakim Agung Sudrajad
Juru Bicara KPK Ali Fikri - Antara\\r\\n\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Asisten Hakim Agung Prasetyo Nugroho dalam kasus korupsi penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dalam kasus suap penanganan perkara di MA.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan , atas nama Prasetyo Nugroho Asisten Hakim Agung," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Belum diketahui apa yang akan didalami oleh penyidik terhadap saksi Asisten Hakim Agung itu. Namun, KPK sempat menyebut Sudrajad tak hanya bermain di satu perkara.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan tersangka Hakim Agung Mahkamah Agung Sudrajad Dimyati tak hanya mengurus satu perkara.

Sudrajad merupakan tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung. 

"Diduga juga ada perkara-perkara lain yang pengurusannya melibatkan orang-orang yang sama. Jadi, masih satu jalur," kata Alex, sapaan karib Alexander, dikutip Minggu (25/9/2022).

Alex menyampaikan dugaan pengkondisian perkara lainnya oleh Sudrajad ini akan didalami penyidik.

"Untuk saat ini itu masih di dalami oleh penyidik, jadi kami belum bisa menyampaikan perkara apa saja perkara lainnya itu," kata Alex.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan tersangka dan menahan Dimyati pada Jumat sore, 23 September 2022. 

Hakim Agung Kamar Perdata itu disangka menerima suap terkait dengan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Dia diduga menerima Rp 800 juta untuk memutus bahwa koperasi tersebut telah bangkrut.

Dalam perkara ini, 5 pegawai Mahkamah Agung turut terseret menjadi tersangka. Mereka adalah Elly Tri Pangestu selaku Panitera Pengganti Mahkamah Agung; Desy Yustria selaku PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung; Muhajir Habibie selaku PNS pada Kepaniteraan; dan dua PNS di MA, yakni Nurmanto Akmal dan Albasri.

Sedangkan sebagai pemberi suap, KPK menetapkan 4 orang menjadi tersangka. Mereka adalah dua orang pengacara bernama Yosep Parera dan Eko Suparno; dan dua pengurus koperasi Intidana, yakni Heryanto Tanaka, serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK mahkamah agung
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top