Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AHY: Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, Ini Jadi Sejarah Kelam!

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  13:03 WIB
AHY: Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, Ini Jadi Sejarah Kelam!
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu malam (1/10).

Dia melanjutkan, tragedi di Kanjuruhan ini menelan korban hingga 153 jiwa dan ratusan luka-luka per Minggu siang, 2 Oktober 2022.

AHY juga mendoakan seluruh korban jiwa dan korban luka agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas tragedi yang terjadi di
Kanjuruhan semalam. Teriring doa untuk seluruh korban jiwa, termasuk dua aparat kepolisian yang sedang bertugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Juga agar korban luka segera pulih,” ujar AHY di akun twitternya, Minggu (2/10/2022).

AHY juga menyayangkan tragedi Kanjuruhan ini bisa terjadi dan menyampaikan kalau tragedi ini merupakan catatan kelam bagi olahraga Indonesia.

“Hilangnya ratusan nyawa di Stadion Kanjuruhan ini adalah catatan kelam bagi olahraga Indonesia, termasuk salah satu yang memakan korban terbesar di dunia,” katanya

Sekadar informasi, Hingga Minggu siang, 2 Oktober 2022, Tragedi Kanjuruhan telah menelan 153 korban jiwa. Jumlah korban jiwa ketika pelaksanaan pertandingan sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang ini, merupakan yang kedua terbesar di dunia. Bahkan, jauh di atas tragedi Hillsborough di Inggris, 15 April 1989 yang menelan 96 korban jiwa.

AHY pun mendorong agar dilakukan investigasi mendalam pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab, supaya menjadi pelajaran besar agar kejadian semacam ini jangan sampai terulang.

“Tak ada sepakbola seharga nyawa manusia,” pungkas AHY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stadion Kanjuruhan agus harimurti kerusuhan sepak bola
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top