Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AHY: Tak Ada Sepakbola Seharga Nyawa Manusia, Ini Jadi Sejarah Kelam!

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang, Sabtu malam (1/10).

Dia melanjutkan, tragedi di Kanjuruhan ini menelan korban hingga 153 jiwa dan ratusan luka-luka per Minggu siang, 2 Oktober 2022.

AHY juga mendoakan seluruh korban jiwa dan korban luka agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas tragedi yang terjadi di
Kanjuruhan semalam. Teriring doa untuk seluruh korban jiwa, termasuk dua aparat kepolisian yang sedang bertugas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Juga agar korban luka segera pulih,” ujar AHY di akun twitternya, Minggu (2/10/2022).

AHY juga menyayangkan tragedi Kanjuruhan ini bisa terjadi dan menyampaikan kalau tragedi ini merupakan catatan kelam bagi olahraga Indonesia.

“Hilangnya ratusan nyawa di Stadion Kanjuruhan ini adalah catatan kelam bagi olahraga Indonesia, termasuk salah satu yang memakan korban terbesar di dunia,” katanya

Sekadar informasi, Hingga Minggu siang, 2 Oktober 2022, Tragedi Kanjuruhan telah menelan 153 korban jiwa. Jumlah korban jiwa ketika pelaksanaan pertandingan sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Kab. Malang ini, merupakan yang kedua terbesar di dunia. Bahkan, jauh di atas tragedi Hillsborough di Inggris, 15 April 1989 yang menelan 96 korban jiwa.

AHY pun mendorong agar dilakukan investigasi mendalam pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab, supaya menjadi pelajaran besar agar kejadian semacam ini jangan sampai terulang.

“Tak ada sepakbola seharga nyawa manusia,” pungkas AHY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper