Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapolri Bantah 3 Kapolda Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantah keterlibatan tiga kepala kepolisian daerah (kapolda) dalam kasus Ferdy Sambo (FS).
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 30 September 2022  |  15:54 WIB
Kapolri Bantah 3 Kapolda Terlibat Kasus Ferdy Sambo
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membawa Timsus kasus pembunuhan Brgadir J ke Komisi II DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung hari ini, Rabu (24/8/2022). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membantah keterlibatan tiga kepada kepolisian daerah (kapolda) dalam kasus Ferdy Sambo (FS).

Dia mengatakan bahwa Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri, dan tim khusus telah memastikan hal tersebut.

"Terkait dengan keterlibatan tiga kapolda di kasus FS. Divpropam dan timsus sudah memeriksa dan kesimpulannya tidak ada keterkaitan dengan skenario kasus FS. Ini supaya menjadi jelas dan tidak jadi polemik," kata Listyo dalam konferensi pers, Jumat (30/9/2022).

Sebelumnya beredar kabar bahwa ada tiga nama kapolda terseret dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Ketiganya adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Panca Putra, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

Diketahui, Polri menetapkan lima tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yakni: Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Brigadir Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi.

Mereka dijerat Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 juncto Pasal 38 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ferdy Sambo Pembunuhan Brigadir J
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top