Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Fakta Terkait Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo

Ledakan di asrama brimob Sukoharjo berasal dari sebuah paket yang dibungkus dengan kardus berwarna cokelat. Apakah ini aksi terorisme?
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 26 September 2022  |  15:01 WIB
5 Fakta Terkait Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo
Ledakan di asrama Brimob Sukoharjo - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo pada Minggu (26/9/2022). Seorang anggota polisi dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Ledakan dilaporkan terjadi di sebuah pekarangan kosong yang berlokasi tepat di sebelah asrama Arumbara Jl. Larasati No AA 12 Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo. Kerasnya ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo telah menggetarkan jendela-jendela asrama. 

Berikut fakta terkait ledakan yang terjadi di Asrama Brimob Sukoharjo, pada Minggu (25/9/2022):

1. Ledakan berasal dari sebuah paket

Setelah dilakukan penyelidikan pasca ledakan terjadi pada Minggu (25/9/2022), dilaporkan bahwa ledakan berasal dari sebuah paket yang dibungkus dengan menggunakan kardus berwarna cokelat muda.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menuturkan bahwa ledakan terjadi tepat di samping asrama yang berlokasi di sebuah pekarangan kosong. Meskipun tidak sebabkan kerusakan bangunan, ledakan yang terjadi dilaporkan cukup dahsyat hingga mampu menggetarkan jendela Asrama dan membuat warga sekitar panik.

2. Satu anggota Polisi jadi korban

Ledakan yang terjadi pada Minggu petang tersebut akibatkan satu anggota polisi yakni Bripka Dirgantara Pradipta (35 tahun) yang merupakan anggota Polresta Solo terluka. 

Pasca ledakan terjadi, Bripka Dirgantara ditemukan bersimbah darah dan langsung dilarikan ke RS Indriati Solo Baru untuk selanjutnya dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo. 

Dari foto yang beredar, tampak Bripka Dirgantara yang mengalami luka bakar yang cukup serius pada bagian kaki kirinya dan telah mendapatkan penanganan lanjutan dari pihak rumah sakit.

3. Ledakan diduga berasal dari bahan petasan

Usai ledakan terjadi, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi segera mendatangi lokasi dan segera mengidentifikasi barang bukti yang tertinggal di TKP. Dari hasil olah TKP, disimpulkan dugaan sementara bahwa paket yang meledak berisi bubuk hitam yang diduga merupakan bahan petasan.

“Bubuk hitam kita temukan dua kantong plastic dengan ukuran 1 ons, 4 bungkus plastik kosong, dan sisanya residu. Kemudian, [ditemukan pula] sumbu petasan di dalamnya,” jelas Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam keterangan pers pada Minggu (25/9/2022).

4. Paket yang meledak dipastikan bukan bentuk terorisme

Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan sementara, paket tersebut dilaporkan berasal dari Indramayu yang dipesan pada tanggal 22 April 2021 yang mulanya akan dikirimkan ke Klaten.

Secara lebih lanjut, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa paket tersebut merupakan hasil penjaringan razia terkait paket pesanan online yang berisikan bahan peledak.

“Artinya, saya pastikan bahwa ledakan di wilayah daerah Sukoharjo, tidak ada unsur teror. Hanya kelalaian anggota, yang menyebabkan bahan tersebut meledak,” jelas Irjen Pol Ahmad Luthfi.

5. Pengirim dan penerima paket telah diamankan

Menanggapi insiden tersebut, Kapolda Jawa Tengah secara lebih lanjut memastikan telah melakukan pengamanan terhadap pengirim paket dan penerima paket untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Paket itu benar datangnya dari indramayu, [pengirimnya] adalah CV Mandiri Sujono Indramayu, sudah kami amankan di Polres Indramayu. Penerimanya adalah saudara A di wilayah Klaten, sudah saya amankan di Polresta Surakarta.” tambah Kapolda Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ledakan ledakan bom pemkab sukoharjo
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top