Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menyongsong Indonesia Emas, Menko PMK: Manfaatkan Momentum Bonus Demografi

Menko menilai disrupsi saat ini dapat tertangani oleh generasi muda yang akan memasuki usia produktif sehingga bonus demografi di Indonesia harus dimaksimalkan.
Menyongsong Indonesia Emas, Menko PMK: Manfaatkan Momentum Bonus Demografi. Menko PMK Muhadjir Effendy / Kemenko PMK
Menyongsong Indonesia Emas, Menko PMK: Manfaatkan Momentum Bonus Demografi. Menko PMK Muhadjir Effendy / Kemenko PMK

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi mengatakan bahwa disrupsi yang terjadi secara global sudah ada sejak dulu, sehingga tidak seseram yang dibayangkan.

"Menyikapi disrupsi yang saat ini terjadi, saya membayangkan tidak seseram yang di prediksi oleh para Ilmuwan yang mempelajari tentang masa depan [futurolog] karena hal tersebut sudah ada sejak revolusi Industri pertama hingga saat ini," katanya saat memberikan Kuliah Umum Kuliah Umum di Universitas Tanjungpura Pontianak, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (22/9/2022). 

Disrupsi yang dimaksud adalah kondisi ketidakpastian akibat revolusi Industri yang berubah begitu cepat dan kompleks sehingga masyarakat dunia mengalami kebingungan atau yang dikenal dengan masa VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).

Dalam paparannya, Menko Muhadjir juga menjelaskan Teori Dialektika proses terbentuknya budaya yang dikemukakan oleh Peter Berger melalui proses Obyektifasi, Internalisasi, dan Eksternalisasi.

"Jadi apa yang sudah di eksternalisasikan oleh seseorang kemudian disadari keberadaannya oleh orang banyak [realitas obyektif], kemudian akan masuk lagi kedalam alam kesadaran kita lalu diolah lagi dalam proses yang sangat kompleks dan dimunculkan kembali itulah yang disebut budaya," ujarnya.

Sama halnya dengan membudayakan gerakan revolusi mental khususnya di dunia pendidikan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif, keterampilan, serta produktivitas mahasiswa berlandaskan penguatan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong-royong.

"Target kita bagaimana proses ini dapat berjalan secara kolektif, masif, dan bisa merubah peradaban, bisa merubah budaya juga bisa merubah Indonesia kedepan menjadi negara yang maju sesuai dengan visi para pendiri terdahulu," imbuhnya.

Menurut Menko, kampus dapat dijadikan sebagai titik pusat pembentukan karakter dan peradaban yang sangat diperlukan guna kemajuan bangsa. Khususnya mahasiswa yang menjadi pelopor pengembangan sumber daya manusia Generasi Emas 2045.

Menyinggung generasi muda usia produktif sebagai bonus demografi, Menko Muhadjir menyampaikan bahwa penduduk dengan usia produktif memiliki peran penting. Jika mereka bekerja dengan produktif, pendapatannya akan mengalir pada tiga hal, yakni kebutuhan diri, pembiayaan bagi usia nonproduktif, dan tabungan hari tua.

"Kalau kita mampu memanfaatkan bonus demografi dan penduduk memiliki pendapatan yang tinggi, kita bisa menjadi negara maju. Kalau tidak bisa memanfaatkannya, bonus demografi akan menjadi sia-sia," tandasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper