Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Giorgia Meloni Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama Italia

Giorgia Meloni akan menjadi perdana menteri wanita pertama Italia dari partai sayap kanan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 September 2022  |  05:59 WIB
Giorgia Meloni Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama Italia
Ilustrasi bendera Italia.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Pemilihan parlemen Italia yang digelar pada hari Minggu akan mencatat sejarah munculnya perdana menteri wanita pertama dari partai sayap kanan.

Partai Brothers of Italy (FdI) pimpinan Giorgia Meloni hanya mendapat empat persen suara pada pemilu tahun 2018.

Akan tetapi partai nasionalis ultra kanan tersebut diperkirakan akan meraup sekitar 25 persen suara pada pemilu legislatif kali ini sehingga mendorong aliansi mitra konservatif menjadi mayoritas di parlemen.

"Ada pemikiran di Italia bahwa kami telah merasakan semua kepemimpinan, jadi mari kita coba yang baru sekarang," kata Wolfango Piccoli, co-presiden konsultan risiko politik Teneo.

Jika Meloni yang dikenal berbicara keras berhasil maka dia akan menghadapi serangkaian tantangan berat, termasuk melonjaknya biaya energi, utang yang mencekik, kemungkinan resesi, dan konflik yang semakin berbahaya di Ukraina.

Wanita berusia 45 tahun asal Roma yang menjanjikan tindakan keras terhadap imigran dan pemotongan pajak itu juga akan memiliki tanggung jawab yang besar.

Perdana Menteri Mario Draghi, mantan kepala Bank Sentral Eropa yang dihormati secara luas, dipandang sebagai sosok yang meyakinkan oleh investor internasional, tetapi dia mengundurkan diri pada Juli lalu setelah perpecahan dalam pemerintahan persatuan nasionalnya.

Tidak seperti setiap ketua partai besar lainnya, Meloni menolak untuk bergabung dengan koalisi Draghi dan malah melihat popularitasnya meroket dari bangku oposisi.

Dia mencela tindakan menyakitkan yang diambil pemerintah untuk mengatasi krisis Covid-19.

"Meloni adalah komunikator yang hebat tetapi menghadapi kendala ekonomi yang signifikan dan tidak memiliki banyak pengalaman, jadi dia mungkin tidak akan menikmati bulan madu yang panjang," kata Piccoli seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (23/9).

Meloni akan memimpin mayoritas yang jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan para analis. Hal itu akan membuka jalan bagi ketidakstabilan politik yang sering merusak Italia.

Sepuluh hari yang lalu, blok sayap kanan, yang mencakup Liga Matteo Salvini dan partai Forza Italia milik Silvio Berlusconi, terlihat mendapatkan sekitar 45 persen suara atau angka yang seharusnya menjaring mereka lebih dari 60 persen dari semua kursi parlemen.

Tetapi sejak itu ada spekulasi luas bahwa Liga Salvini, di bawah serangan konstan atas hubungan dekat historisnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, melemah, sementara Gerakan 5-Bintang yang berhaluan kiri terus bangkit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia mario draghi
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top