Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Giorgia Meloni Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama Italia

Giorgia Meloni akan menjadi perdana menteri wanita pertama Italia dari partai sayap kanan.
Ilustrasi bendera Italia.
Ilustrasi bendera Italia.

Bisnis.com, JAKARTA--Pemilihan parlemen Italia yang digelar pada hari Minggu akan mencatat sejarah munculnya perdana menteri wanita pertama dari partai sayap kanan.

Partai Brothers of Italy (FdI) pimpinan Giorgia Meloni hanya mendapat empat persen suara pada pemilu tahun 2018.

Akan tetapi partai nasionalis ultra kanan tersebut diperkirakan akan meraup sekitar 25 persen suara pada pemilu legislatif kali ini sehingga mendorong aliansi mitra konservatif menjadi mayoritas di parlemen.

"Ada pemikiran di Italia bahwa kami telah merasakan semua kepemimpinan, jadi mari kita coba yang baru sekarang," kata Wolfango Piccoli, co-presiden konsultan risiko politik Teneo.

Jika Meloni yang dikenal berbicara keras berhasil maka dia akan menghadapi serangkaian tantangan berat, termasuk melonjaknya biaya energi, utang yang mencekik, kemungkinan resesi, dan konflik yang semakin berbahaya di Ukraina.

Wanita berusia 45 tahun asal Roma yang menjanjikan tindakan keras terhadap imigran dan pemotongan pajak itu juga akan memiliki tanggung jawab yang besar.

Perdana Menteri Mario Draghi, mantan kepala Bank Sentral Eropa yang dihormati secara luas, dipandang sebagai sosok yang meyakinkan oleh investor internasional, tetapi dia mengundurkan diri pada Juli lalu setelah perpecahan dalam pemerintahan persatuan nasionalnya.

Tidak seperti setiap ketua partai besar lainnya, Meloni menolak untuk bergabung dengan koalisi Draghi dan malah melihat popularitasnya meroket dari bangku oposisi.

Dia mencela tindakan menyakitkan yang diambil pemerintah untuk mengatasi krisis Covid-19.

"Meloni adalah komunikator yang hebat tetapi menghadapi kendala ekonomi yang signifikan dan tidak memiliki banyak pengalaman, jadi dia mungkin tidak akan menikmati bulan madu yang panjang," kata Piccoli seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (23/9).

Meloni akan memimpin mayoritas yang jauh lebih kecil daripada yang diperkirakan para analis. Hal itu akan membuka jalan bagi ketidakstabilan politik yang sering merusak Italia.

Sepuluh hari yang lalu, blok sayap kanan, yang mencakup Liga Matteo Salvini dan partai Forza Italia milik Silvio Berlusconi, terlihat mendapatkan sekitar 45 persen suara atau angka yang seharusnya menjaring mereka lebih dari 60 persen dari semua kursi parlemen.

Tetapi sejak itu ada spekulasi luas bahwa Liga Salvini, di bawah serangan konstan atas hubungan dekat historisnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, melemah, sementara Gerakan 5-Bintang yang berhaluan kiri terus bangkit.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper