Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beli Senjata dari Korea Utara, Rusia Mulai Kehabisan Amunisi!

Pembelian senjata dan amunis akan digunakan Rusia dalam peperangan di Ukraina yang telah berlangsung lebih dari 6 bulan.
Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022./Antara-Reuters
Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022./Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-Rusia dikabarkan membeli sejumlah besar amunisi dari Korea Utara untuk mengisi kembali persediaan yang habis akibat pertempuran di Ukraina, kata seorang juru bicara militer AS kemarin.

"Kami memiliki indikasi bahwa Rusia telah mendekati Korea Utara untuk meminta amunisi," kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (7/9/2022).

Sebuah pernyataan terpisah dari seorang pejabat AS mengatakan pembelian itu akan melibatkan roket dan peluru artileri "untuk digunakan di medan perang di Ukraina".

"Pembelian ini menunjukkan bahwa militer Rusia terus mengalami kekurangan pasokan yang parah di Ukraina, sebagian karena kontrol ekspor dan sanksi," menurut pernyataan itu.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dengan harapan untuk bisa menguasai negara itu dalam beberapa minggu. Akan tetapi Ukraina telah menghentikan kemajuan Rusia dengan bantuan persenjataan dan amunisi dari Amerika Serikat dan sekutu NATO serta negara dan Eropa lainnya.

Kedua belah pihak dalam perang telah menggunakan sejumlah besar amunisi artileri dan kehilangan sejumlah besar senjata dalam pertempuran.

Akan tetapi bantuan rudal jarak jauh dari Amerika Serikat dan sekutunya telah memungkinkan Ukraina untuk menargetkan lusinan gudang amunisi Rusia di garis depan.

Sedangkan sanksi Barat telah mempersulit Moskow untuk memperoleh komponen untuk memproduksi pengganti, termasuk chip komputer.

Ryder mengatakan pembelian amunisi dari Korea Utara menggarisbawahi "tantangan" yang dimiliki Rusia dalam logistik dan rantai pasokan untuk pasukannya di Ukraina.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper