Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perkuat Alutsista, TNI AL Tambah Dua Kapal Patroli Cepat Buatan Dalam Negeri

TNI Angkatan Laut (AL) menambah armada dua kapal cepat miliknya dalam jajaran alutsista.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 01 September 2022  |  10:17 WIB
Perkuat Alutsista, TNI AL Tambah Dua Kapal Patroli Cepat Buatan Dalam Negeri
Ilustrasi - Kapal Cepat Rudal (KCR) ke-5 buatan PT PAL Indonesia. - Dok. PT Pal Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) menambah armada kapal cepat miliknya. Setidaknya ada dua kapal cepat yang masuk dalam jajaran alutsista TNI AL yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875.

"Keberhasilan pembangunan dua kapal PC 60 yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 kembali menjadi bukti kesungguhan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam melaksanakan modernisasi Alutsista sekaligus mendukung program pemerintah menuju kemandirian industri pertahanan," kata Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono dikutip dari laman resmi TNI AL, Kamis (1/9/2022).

Heri mengatakan, dua kapal cepat itu merupakan buatan galangan kapal dalam negeri PT Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten. Menurut dia, dua kapal cepat itu membuktikan komitmen TNI AL menggunakan produk-produk dalam negeri sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Heri mengatakan, dua unit Kapal PC 60 ini dapat melaksanakan peperangan anti-kapal permukaan, peperangan anti-udara, serta melaksanakan patroli keamanan laut dan tugas operasi tambahan lain seperti operasi SAR.

"Kedua kapal buatan dalam negeri tersebut akan memperkuat unsur tempur Koarmada III dengan penempatan KRI Dorang-874 di Lantamal X Ambon dan KRI Bawal-875 di Lantamal XIV Sorong," kata dia.

Kapal tersebut memiliki panjang total 60 meter, lebar 8,5 meter, displacement 520 ton (Full Load), akomodasi 55 personel, dan kecepatan maksimal 24 knots.

"Saat dilaksanakan sea trial mencapai kecepatan 26,8 knots dan diperkuat dengan senjata 1 pucuk Meriam 40 MM Boffors dan 2 pucuk Mitraliur 12,7 MM," papar Heri.

Lebih lanjut, pemberian nama Dorang dan Bawal pada kedua kapal itu didasari filosofi bahwa ikan tersebut hidup di bagian pesisir laut Indonesia.

"Jenis ikan ini hidup secara berkelompok sebagai cara bertahan, serta mampu bergerak cepat dan lincah dengan harapan KRI dan seluruh prajuritnya mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawal samudera yang tangkas dan handal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni al alutsista kapal
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top