Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Banjir Pakistan: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad mengatakan hingga saat ini tidak terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana banjir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  12:39 WIB
Update Banjir Pakistan: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban
Banjir Pakistan - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pakistan mengalami banjir bandang di Provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Bencana ini menelan korban jiwa hingga lebih dari 1.000 orang sejak musim hujan terjadi di pertengahan Juni lalu.

Dilansir Euronews pada Senin (29/8/2022),  National Disaster Management Authority (NDMA) Pakistan melaporkan korban tewas sejak musim hujan dimulai pada Juni 2022 mencapai 1.061 orang setelah kematian baru dilaporkan di berbagai provinsi.

Adapun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad mengatakan hingga saat ini tidak terdapat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban bencana banjir tersebut.

KBRI Islamabad dan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Karachi telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan simpul komunitas Indonesia di Pakistan.

“Jumlah WNI di Pakistan tercatat berjumlah 1.267 dimana mayoritas bertempat tinggal di Islamabad, Lahore, Karachi, Rawalpindi, Sialkot, Gujrat dan Peshawar,” ungkap KBRI dalam keterangan resminya, dikutip Senin (29/8/2022).

KBRI dan KJRI juga mengimbau WNI yang berada di Pakistan untuk selalu tanggap dan waspada serta memantau informasi yang disampaikan NDMA dan Pakistan Meteorological Department (PMD).

Selain itu, KBRI juga meminta masyarakat menunda perjalanan ke lokasi rawan bencana dan segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI terdekat jika terjadi situasi darurat.

Sementara itu, senator dan pejabat tinggi iklim Pakistan Sherry Rehman mengatakan di Twitter bahwa Pakistan sedang mengalami bencana iklim yang serius yang menjadi salah satu yang paling sulit dalam dekade ini.

“Kami saat ini berada di titik nol dari garis depan peristiwa cuaca ekstrem, dalam gelombang gelombang panas yang tak henti-hentinya, kebakaran hutan, banjir bandang, beberapa ledakan danau glasial, peristiwa banjir, dan sekarang musim hujan luar biasa sedang melanda tanpa henti," ungkapnya di Twitter.

Dalam kunjungannya ke provinsi Balochistan yang dilanda banjir parah, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memohon bantuan dunia untuk menanggulangi bencana banjir yang berdampak terhadap 33 juta orang ini.

 “Saya belum pernah melihat banjir seperti itu dalam kehidupan pribadi dan profesional saya. Keempat sudut Pakistan terendam air. Saya meminta orang-orang untuk maju dan membantu,” ungkap Sharif, dilansir The Guardian, Senin (29/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Pakistan wni kbri pakistan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top