Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Departemen Kehakiman AS Merilis Surat Penggeledahan Resor Milik Trump

Departemen Kehakiman AS telah merilis pernyataan tertulis yyang mendukung penggeledahan resor Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 27 Agustus 2022  |  15:25 WIB
Departemen Kehakiman AS Merilis Surat Penggeledahan Resor Milik Trump
Eks Presiden AS Donald Trump. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah merilis pernyataan tertulis yang sangat dinanti-nantikan yang mendukung penggeledahan resor Donald Trump di Mar-a-Lago, Florida bulan ini.

Pernyataan tertulis itu membenarkan bahwa Amerika Serikat sedang menyelidiki dugaan kesalahan penanganan dokumen rahasia oleh mantan presiden.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (27/8/2022), dokumen yang  telah disunting itu dirilis pada hari Jumat (26/8/2022), memberikan lebih banyak wawasan tentang bukti yang membuat FBI melakukan pencarian yang belum pernah terjadi sebelumnya di perkebunan Trump di Mar-a-Lago pada 8 Agustus.

Rilis surat penggeledahan dilakukan setelah seorang hakim federal pada hari Kamis (25/8/2022) memerintahkan Departemen Kehakiman untuk merilis versi yang telah disunting yang telah diajukan ke pengadilan.

“Pemerintah sedang melakukan penyelidikan kriminal mengenai penghapusan dan penyimpanan informasi rahasia yang tidak semestinya di ruang yang tidak sah, serta penyembunyian atau penghapusan catatan pemerintah yang melanggar hukum,” bunyi pernyataan tertulis setebal 38 halaman, yang sebagian besar disamarkan.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa Administrasi Arsip dan Catatan Nasional AS (NARA) telah menerima 15 kotak dokumen dari kantor Trump pada Januari.

“Penyelidikan FBI telah menetapkan bahwa dokumen yang memuat tanda klasifikasi, yang tampaknya berisi Informasi Pertahanan Nasional (NDI), termasuk di antara bahan-bahan tersebut,” bunyinya.

Pernyataan tertulis menambahkan, bahwa Departemen Kehakiman percaya “dokumen tambahan yang berisi NDI rahasia atau yang merupakan catatan Presiden yang tunduk pada persyaratan penyimpanan catatan saat ini tetap ada” di rumah Trump.

"Ada juga kemungkinan alasan untuk percaya bahwa bukti penghalang akan ditemukan," katanya, menggambarkan materi itu sebagai "dimiliki secara ilegal".

Departemen Kehakiman telah menentang pelepasan affidavit tersebut, dengan alasan bahwa “sangat mungkin untuk mengompromikan langkah-langkah investigasi di masa depan” dan identitas para saksi.

Tetapi organisasi media telah meminta dokumen itu dipublikasikan, dengan alasan “kepentingan publik sepenuhnya”.

Hakim Magistrate AS Bruce Reinhart mengatakan pekan lalu bahwa dia yakin "ada bagian dari surat pernyataan yang bisa dibuka segelnya" dan memerintahkan Departemen Kehakiman untuk menyerahkan versi yang telah disunting untuk ditinjau.

Pencarian di Mar-a-Lago memicu badai kritik Partai Republik terhadap FBI dan Departemen Kehakiman, dengan beberapa anggota parlemen GOP menuduh pemerintahan Biden tanpa bukti menyelidiki Trump karena alasan politik.

Setelah pernyataan tertulis yang disunting, Trump kembali menegur penggeledahan di rumahnya, menyebutnya sebagai “dalih hubungan masyarakat total” oleh FBI dan Departemen Kehakiman.

“Hakim Bruce Reinhart seharusnya TIDAK PERNAH mengizinkan pembobolan rumah saya,” tulisnya di platform Truth Social.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump amerika serikat fbi
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top