Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bawaslu Bacakan Putusan Laporan 4 Parpol Soal Dugaan Pelanggaran KPU

Empat laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU dalam proses pendaftaran parpol Pemilu 2024 diputus hari ini.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 26 Agustus 2022  |  12:54 WIB
Bawaslu Bacakan Putusan Laporan 4 Parpol Soal Dugaan Pelanggaran KPU
Bakal calon anggota KPU dan Bawaslu melakukan pendaftaran di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (18/10/2021). Pendaftaran calon anggota KPU dan Bawaslu mulai dibuka hari ini (18/10) sampai dengan 15 November 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan menggelar sidang pembacaan putusan pendahuluan terhadap 4 laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari ini, Jumat (26/8/2022).

Komisioner Bawaslu Puadi mengatakan dugaan tersebut dilaporkan oleh Partai Berkarya, Partai Bhineka Indonesia (PBI), Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), dan Partai Kongres. Sidang akan digelar pukul 15.30 WIB.

"Benar, pada hari ini Bawaslu akan kembali membacakan putusan pendahuluan terhadap laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu oleh KPU," konfirmasi Puadi lewat pesan singkat, Jumat (26/8/2022).

Dia menjelaskan, sidang pendahuluan merupakan mekanisme dalam hukum acara penanganan administrasi Pemilu yang diatur dalam Pasal 41 ayat (1) Perbawaslu 8/2018. Dalam sidang tersebut, Majelis Pemeriksa Bawaslu akan melakukan pemeriksaan atas dokumen laporan untuk memutuskan keterpenuhan persyaratan laporan.

Ada empat syarat yang harus terpenuhi, yaitu syarat formil-materil, kewenangan untuk menyelesaikan laporan dugaan pelanggaran administratif Pemilu, kedudukan atau status pelapor dan terlapor, serta tenggang waktu laporan dugaan pelanggaran administratif Pemilu.

"Jika keempat syarat tersebut terpenuhi, maka majelis pemeriksa memutus diterima dan dilanjutkan pada sidang pemeriksaan," jelas Puadi.

Sebelumnya, Partai Berkarya sudah memasukkan laporan pelanggaran administrasi Pemilu oleh KPU. Namun, pada Kamis (26/8/2022) kemarin, Bawaslu menolak laporan tersebut karena syaratnya tak terpenuhi.

Puadi menjelaskan, untuk laporan kali ini, yang melaporkan adalah Partai Berkarya versi Muchdi PR. Sedangkan laporan Partai Berkarya sebelumnya diajukan oleh Syamsu Djalal.

Selain Partai Berkarya, Kamis (25/8/2022) kemarin Bawaslu juga telah membaca putusan pendahuluan laporan dugaan pelanggaran administrasi oleh KPU dari Partai Pelita, Partai Indonesia Bangkit Bersatu (IBU), dan Partai Karya Republik (Pakar). Bawaslu menerima laporan Partai Pelita dan Partai IBU, sedangkan untuk laporan Partai Pakar ditolak Bawaslu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu kpu
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top