Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres: Perlu Gerakan Terkoordinasi Tangani Terorisme dan Radikalisme

Wapres mendorong koordinasi dan kolaborasi antarlembaga melalui gerakan yang dikerahkan secara masif untuk menangani terorisme dan radikalisme.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Agustus 2022  |  04:31 WIB
Wapres: Perlu Gerakan Terkoordinasi Tangani Terorisme dan Radikalisme
Wapres mendorong koordinasi dan kolaborasi antarlembaga melalui gerakan yang dikerahkan secara masif untuk menangani terorisme dan radikalisme - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mendorong adanya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga melalui gerakan yang dikerahkan secara masif untuk menangani terorisme dan radikalisme di Indonesia.

Penyebabnya, dia menilai keberagaman semestinya menjadi kekuatan bangsa, tetapi dibalik keberagaman terdapat potensi menjadi celah bagi oknum yang ingin memecah keutuhan bangsa melalui upaya aksi teror dan gerakan radikal.

"Perlu adanya gerakan yang dimasifkan dan lebih terkoordinasi antarlembaga yang menangani," katanya, dikutip melalui rilis BPMI Setwapres, Rabu (24/8/2022).

Wapres menjelaskan keberadaan lembaga pengkajian yang khusus meneliti dan menganalisa aksi terorisme dan radikalisme menjadi sangat penting sebagai upaya menangkal dan menerapkan sikap antisipatif terhadap keberadaannya.

"Menurut saya, lembaga pengkajian itu penting. Mesti ada kolaborasi untuk bekerja sama," ujarnya.

Lebih jauh, Wapres mendukung adanya lembaga pengkajian yang dipusatkan pada satu lembaga, sehingga kementerian/lembaga tidak melakukan pekerjaan yang sama untuk bidang yang sama.

Hal tersebut dilakukan dengan harapan hasil penelitian dapat dijadikan rujukan bersama antarlembaga terkait.

"Dan saya setuju kalau kajian itu dilakukan bersama-sama, seperti BRIN itu, kan disentralkan, nanti yang lain memakai hasilnya," katanya.

Selain itu, Wapres menekankan agar kementerian/lembaga dapat melakukan pengkajian atau riset secara efektif agar mendapatkan hasil kerja optimal tanpa menghamburkan anggaran negara dengan percuma.

Sebelumnya, Penasihat Center for Terrorism and Radicalism Studies (CTRS) Ahmad Muqowwam menyampaikan harapan CTRS sebagai lembaga yang memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya aksi antiterorisme dan radikalisme di masyarakat.

"Kami punya keinginan kuat agar fungsi-fungsi daripada antiterorisme dan radikalisme tidak hanya menjadi fokus pemerintah, namun juga menjadi concern bagi seluruh masyarakat," ujar Ahmad. 

Sekadar informasi, CTRS merupakan lembaga yang mendalami kajian terkait terorisme dan radikalisme yang berada di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK). CTRS menjadi salah satu wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya memerangi dan memberikan edukasi kepada generasi muda terhadap tindak pidana terorisme.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wapres ma'ruf amin terorisme radikalisme
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top