Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Paparkan Alasan JNE Kubur Beras Bansos Jokowi di Depok

Polisi mengatakan bahwa pihak dari JNE mengklaim beras tersebut mengalami kerusakan karena terkena hujan.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 02 Agustus 2022  |  18:01 WIB
Polisi Paparkan Alasan JNE Kubur Beras Bansos Jokowi di Depok
Warga menunjukkan penemuan beras diduga bansos presiden di Kawasan Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat (31/7/2022). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha - foc.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Polri beberkan hasil temuan terkait penemuan bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terpendam di tanah kosong di daerah Sukmajaya, Depok, Sabtu (30/7/2022).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopengmas) Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan pihak JNE mengubur atau memendam beras tersebut tanggal 5 November 2021.

"Sudah dibuatkan berita acara pemendaman beras sebanyak 3.675 Kg atau 289 karung atau setara dengan 139 KPM (keluarga penerima manfaat),” tutur Ramadhan dalam konferensi pers di Gedung Humas, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, Ramadhan juga mengatakan bahwa pihak dari JNE mengklaim beras tersebut mengalami kerusakan karna terkena hujan.

“Menurut pihak JNE beras yang dikubur rusak karena basah kehujanan, sehingga pihak JNE menyatakan tidak layak dibagikan ke kpm, itu alasan dari JNE,” ujarnyaa.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kasus penemuan beras bantuan sosial (bansos) terkubur di lahan parkir JNE, Kelurahan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Jakarta, Senin, mengatakan pihaknya berencana melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak terkait penemuan beras bantuan sosial tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Jokowi depok
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top