Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Hari Ini 17 Juli: Peringatan Keadilan Internasional

Pada 17 Juli 1998, Statuta Roma tentang International Criminal Court disepakati.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 17 Juli 2022  |  07:31 WIB
Sejarah Hari Ini 17 Juli: Peringatan Keadilan Internasional
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pada 17 Juli setiap tahunnya, masyarakat dunia memperingati Hari Keadilan Internasional atau World Day for International Justice. Peringatan ini bertujuan agar semua negara berkomitmen pada keadilan dunia dan memastikan dukungan untuk sistem peradilan internasional.

17 Juli dipilih sebab pada tanggal tersebut Statuta Roma 1998 disepakati. Statuta Roma memungkinkan berdirinya International Criminal Court (ICC) yang punya kuasa mengadili pelaku kejahatan internasional. Dalam Statuta Roma, kejahatan internasional dibagi menjadi empat, yaitu: genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan agresi militer.

Oleh karena itu, Hari Keadilan Internasional juga dikenal sebagai Hari Peradilan Pidana Internasional atau Day of International Criminal Justice.

ICC merupakan lembaga peradilan internasional permanen dan independen pertama yang mampu mengadili individu yang dituduh melakukan pelanggaran internasional. Hingga saat ini, Statuta Roma tentang ICC sudah ditandatangani 137 negara. Sesuai perjanjian tersebut, ICC berhak mengadili pelanggaran yang dilakukan setelah 1 Juli 2002.

Sejauh ini ada 31 kasus yang diajukan ke ICC, beberapa kasus di antaranya punya lebih dari satu tersangka.  ICC telah mengeluarkan 37 surat perintah penangkapan. Dari jumlah tersebut, 21 terduga pelaku telah ditahan dan diadili, 12 terduga pelaku lainnya masih buron.

ICC bermarkas di Den Haag, Belanda.

Cara Merayakan Hari Keadilan Internasional

ICC menyatakan 17 Juli sebagai hari untuk menyatukan semua orang yang ingin mendukung keadilan, memastikan hak-hak korban, dan bantu mencegah kejahatan yang mengancam perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan dunia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada beberapa cara yang disarankan ICC. Pertama, ambil tindakan nyata. Kedua, selidiki—dalam situs resminya ICC menyedikan pameran foto daring, cerita-cerita, dan bacaan terkait keadilan yang bisa diakses setiap orang.

Ketiga, sebarkan—para akademisi, peneliti, diplomat, jurnalis, pengajar, siswa, bahkan masyarakat sipil sekalipun dapat mengakses informasi terkait ICC dan keadilan secara umum di situs resmi mereka.

Keempat, terlibat secara langsung—para korban, saksi, dan profesional yang ingin ambil bagian dalam proses peradilan ICC dapat mengajukan permohonan.

Terakhir, donasi. Setidaknya, ada dua dana donasi yang berkaitan langsung dengan ICC, yaitu dana perwalian untuk korban (Trust Fund for Victims) dan dana perwalian untuk untuk kunjungan keluarga terduga pelaku (Family Visits Trust Fund).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hukum mahkamah agung
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top